IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Audit Petral Dinilai Aneh dan Ada Yang Ditutupi

Audit Petral Dinilai Aneh dan Ada Yang Ditutupi

Written By Indopetro portal on Thursday, 12 November 2015 | 13:07

indoPetroNews.com - Pembatasan periode audit forensik Pertamina Energy Trading-Pertamina Energy Service (Petral-PES) sejak awal 2012 hingga 2015 dinilai janggal dan terkesan memojokkan pihak tertentu.

Pengamat kebijakan energi, Yusri Usman mengatakan, PT Pertamina (Persero) dinilai telah menyelamatkan sebagian mafia minyak dan gas (migas) yang dilakukan pada masa lalu, terutama sebelum tahun 2012. Pasalnya, tender pengadaan minyak mentah dan BBM sudah mulai dilakukan sejak 2004 silam.

"Sangat aneh audit forensik hanya dilakukan setelah 2012. Audit forensik hanya dijadikan alat untuk menyelamatkan sebagian mafia migas. Sewajarnya audit forensik harus dilakukan mulai tahun 2004 sampai 2014. Lebih difokuskan sebelum dan setelah ISC-Pertamina dibentuk. Agar semua kelihatan terang-benderang," ujar Yusri di Jakarta, Rabu (11/11).

Selain periode yang terlalu singkat, lanjut Yusri, Pertamina juga seharusnya melakukan audit Integrated Supply Chain (ISC) yang berperan dalam menentukan pemenang tender.

"Menteri ESDM Sudirman Said pernah menjabat sebagai kepalanya dan akhirnya dicopot pada 2009. Jadi, logikanya aneh kan kalau audit forensik terhadap Petral hanya dilakukan pada 2012 sampai 2015. Ada yang ditutupi," jelas Yusri.

Sudah seharusnya Menteri Sudirman Said kata dia, menjadi orang yang gentlemen dan fair dengan melakukan audit forensik mulai dari tahun 2008. "Kalau Menteri Sudirman jujur dan tidak ingin menimbulkan fitnah, maka Sudirman seharusnya minta audit forensik dilakukan mulai periode transisi ISC dibentuk 2009 sampai 2014," ucapnya.

Di lain tempat, Anggota Komisi VII, Kurtubi mengaku heran atas audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral) anak usaha dari PT Pertamina (Persero) yang disebutkan tidak ada kerugian negara. Hal itu kata Kurtubi, menunjukkan bahwa auditor yang digunakan Pertamina tidak kredibel.

"Mestinya kerugian negara dengan adanya mafia migas bisa dihitung karena terbukti dari hasil audit, mafia bisa mengatur tender dan harga," kata Kurtubi saat dihubungi.

Kurtubi juga mengkritik Menteri ESDM, Sudirman Said yang menyebut hanya pihak ketiga sebagai dalang mafia. Pasalnya lanjut dia, tidak mungkin dalang tersebut dapat berbuat jika tidak dibantu pihak internal Pertamina atau bahkan keterlibatan pemerintah. "Audit tidak perlu dilihat untuk ditujukan kepada seseorang (pihak ketiga)," tegas Kurtubi.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login