IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » DPR Pertanyakan Transparansi BPP Listrik

DPR Pertanyakan Transparansi BPP Listrik

Written By Indopetro portal on Thursday, 5 November 2015 | 10:29

indoPetroNews.com – Anggota Komisi VII asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Kurtubi meminta pemerintah dalam hal ini PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) menjabarkan secara rinci serta mendetail tentang Biaya Pokok Produksi (BPP) Listrik terkini. Pasalnya, dalam setahun terakhir, BPP PLN menurun cukup signifikan.

Menurut Kurtubi, anjloknya harga sejumlah sumber energi pembangkit listrik nasional berpengaruh cukup besar terhadap penurunan BPP listrik PLN. Semisal, batubara dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak solar yang menjadi bahan bakar pembangkit listrik nasional, saat ini, harganya di posisi terendah. "Logikanya kalau harga BBM dan batubara turun ya otomatis BPP juga turun," kata Kurtubi, di Jakarta, baru-baru ini.

Pembuktian ini kata Kurtubi, sekaligus menindaklanjuti mengenai rencana pencabutan subsidi listrik 23 juta pelanggan golongan 450-900 VA. "Intinya harus ada transparansi pada biaya pokok produksi listrik. Kata kuncinya harus ada perhitungan dan transparansi," sebut Kurtubi.

Namun, Kurtubi menyadari, pembuktian bahwa BPP listrik PLN mengalami penurunan memang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Artinya, kata Kurtubi, seluruh pengguna listrik golongan 40-900 VA sudah tidak lagi menikmati dana subsidi listrik. "sekarang dengan biaya pokok rendah, saya berpendapat boleh jadi tarif listrik 450-900 VA itu sudah tidak disubsidi lagi," ujar Kurtubi.

Sementara, di lain tempat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan, dalam waktu dekat tidak ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL). "Tidak akan ada kenaikan tarif dasar listrik dalam waktu dekat, karena semua masih dikaji," kata Sudirman.

Pemerintah, lanjut Sudirman, tetap berkukuh tidak akan melakukan perubahan untuk pemasangan listrik 450 Volt Ampere (VA). Untuk itu, dia berharap, persoalan TDL tidak akan menjadi polemik berkepanjangan di masyarakat.

"Tidak akan ada perubahan. Jadi, tidak perlu dilakukan spekulasi mengenai 450 VA ke bawah, tetap di harga semula. Sedang dikaji juga cara rekonsiliasi data pelanggan," katanya.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login