IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Konversi BBM Ke BBG, Kaya Aturan Miskin Pelaksanaan

Konversi BBM Ke BBG, Kaya Aturan Miskin Pelaksanaan

Written By kusairi kusairi on Wednesday, 25 November 2015 | 13:49

indoPetroNews.com – Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika meragukan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Pasalnya politisi dari partai Gerindra ini menilai, kebijakan tersebut kaya akan aturan namun miskin dalam pelaksanaan.

"Pernah kita baca bahwa kebijakan gas gantikan BBM. Tapi kenyataannya kebijakannya kebalik, BBM yang disubsidi, gasnya tidak," tutur Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika di Jakarta, Selasa (24/11).

Kian meningkatnya konsumsi BBM tiap tahun, lanjut Kardaya, bisa memberikan implikasi negatif terhadap alokasi duit negara. Pasalnya, pemerintah masih memberikan subsidi kepada BBM jenis solar.

Hingga kini, papar Kardaya, Indonesia juga masih mengimpor minyak mentah dan produk BBM dari luar negeri. Bila nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) makin melemah, otomatis harga minyak mentah dan BBM yang dibeli di luar negeri menjadi mahal.

Sementara, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Ditjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto membantah bahwa program konversi minim realisasi di lapangan. Kata dia, konversi minyak tanah ke elpiji (BBG) sejauh ini sudah terbilang sukses.

Pertamina sebagai badan usaha yang diberi mandat melakukan konversi telah sukses menyalurkan elpiji ke seluruh daerah. Meski demikian, Djoko menyadari di sektor transportasi program konversi BBM ke BBG memang belum berjalan sesuai harapan. "Kebijakan BBM ke gas, bukan tidak berjalan tapi harapannya memang enggak 100 persen. Kalau data yang ada kita konversi mitan itu 99 persen," ujar Djoko.

Djoko juga membantah bahwa pemerintah hanya fokus memberikan subsidi ke BBM. Sejauh ini, kata dia, subsidi energi sudah lebih besar mengarah ke gas. Ini terlihat dari besaran subsidi BBM yang sudah lebih kecil ketimbang elpiji. "Dibanding dengan subsidi BBM, subsidi elpiji sudah besar. Solar subsidi Rp16 triliun sementara subsidi elpiji 3 kg Rp30 triliun. Itu sudah besar gas," kata Djoko.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login