IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pemerintah Siapkan Aturan Lapangan Migas Marginal

Pemerintah Siapkan Aturan Lapangan Migas Marginal

Written By kusairi kusairi on Monday, 23 November 2015 | 12:23

indoPetroNews.com – Kepala Pembinaan Usaha Hulu Migas, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menyatakan pemerintah akan segera melakukan revisi Peraturan Menteri ESDM No. 8 Tahun 2008 tentang Insentif Pengembangan Lapangan Minyak Bumi Marginal.

Djoko mengatakan substansi perubahan Permen tersebut akan sama dengan peraturan terbaru mengenai tata kelola lapangan migas non konvensional yang tertuang pada Permen ESDM No 38 tahun 2015 tentang percepatan pengusahaan minyak dan gas bumi Non-Konvensional.

“Guna meningkatkan produksi minyak dan gas bumi serta mendorong pengembangan lapangan marginal. Non-Konvensional mirip dengan marginal. Artinya, sulit dan butuh biaya besar, keekonomiannya juga sulit,” kata Djoko seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Minggu (22/11).

Seperti diketahui, lapangan marginal merupakan suatu lapangan yang berdasarkan terms and conditions production sharing contract belum memenuhi keekonomian untuk dikembangkan dalam suatu wilayah kerja migas dengan status telah berproduksi. Lantaran belum memenuhi keekonomian, tak sedikit lapangan-lapangan tersebut tak digarap oleh kontraktor kontrak kerjasama (KKKS),

Untuk menumbuhkan minat para KKKS, pemerintah pun bakal menerapkan aturan terbaru yang subtansinya hampir 90 persen mengadopsi pada Permen ESDM Nomor 38/2015. "Kebetulan lapangan marginal itu sudah ada Permen-nya. Kita tinggal revisi aja dengan men-copy paste yang non konvensional yang kemarin sudah disetujui. (Permen) itu mendapatkan sambutan positif dari semua KKKS, apalagi internasional,” sebutnya.

Kata Djoko, jika aturan lapangan marginal telah diterbitkan maka lapangan-lapangan yang yang selama ini terkendala keekonomiannya, dapat berproduksi. Satu diantaranya Lapangan Blok A di Aceh dan lapangan yang dikelola Santos di Natuna.

Sebelumnya, pemerintah sendiri telah menawarkan dua skema kontrak baru dalam pengembangan sumber energi non-konvensional di Indonesia yang tidak hanya terbatas pada kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC). Di mana skema yang ditawarkan untuk KKKS meliputi Net PSC dan Gross split PSC Sliding Scale.

“Setelah melalui diskusi bersama SKK Migas akhirnya kami sepakat untuk menambah dua format kontrak baru yakni net production sharing contract (PSC) dan gross split-sliding scale,” ujar Djoko Siswanto.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login