IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pemerintah Siapkan Empat Opsi untuk Blok yang Habis Kontrak

Pemerintah Siapkan Empat Opsi untuk Blok yang Habis Kontrak

Written By kusairi kusairi on Tuesday, 24 November 2015 | 15:33

indoPetroNews.com - Pemerintah tengah mempersiapkan beberapa opsi terkait penentuan bagi hasil wilayah eksplorasi yang akan segera habis masa kontraknya. Hal ini tentu saja berkaitan dengan blok Mahakam, Kalimantan Timur, dan sejumlah blok lainnya.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, sejumlah blok memiliki banyak lapangan dan pengelolanya lebih dari satu, sehingga pembagian hasilnya harus diperjelas.

"Usulan mekanisme ini didasarkan pengelolaan suatu blok yang terdiri dari banyak lapangan. Pemerintah juga tidak mau menanggung pergantian biaya (cost recovery) yang juga besar, karena banyak sumur yang tidak dikelola namun ada cost recovery-nya," ujar Djoko di Jakarta, Selasa (24/11).

Menurut dia, nantinya dalam perhitungan, biaya lapangan yang belum berproduksi harus dipisah dari biaya untuk lapangan yang sudah berproduksi. Jika tidak dipisah, pembiayaannya pemerintah yang menanggung beban tersebut. Dengan dipisah, semua akan lebih jelas dan yang ditanggung hanya yang dikelola. "Kemarin ada empat opsi, masih kami bahas," kata Djoko.

Empat opsi tersebut: Skema pertama, untuk lapangan yang sudah berproduksi, bagi hasil pemerintah akan lebih besar dari kontrak sebelumnya. Bagi hasil yang awalnya 70 persen pemerintah dan 30 persen KKKS (70:30), bisa menjadi 72:28.

Skema kedua, untuk lapangan yang masih eksplorasi, bagi hasil yang didapat KKKS lebih besar dari sebelumnya. Bagian pemerintah bisa berkurang menjadi 40 persen dan KKKS mendapat 60 persen (40:60).

Ketiga, untuk lapangan yang sudah beroperasi tapi masih perlu diolah lagi, bagi hasilnya 70:30. Dan sekema keempat adalah menggabungkan semuanya menggunakan revenue over cost, untuk melihat berapa angka-angka alternatif lain.

"Empat skema ini juga untuk menanggapi usulan SKK Migas. Yang meminta perubahan perhitungan pendapatan dan biaya, dari yang berdasarkan wilayah kerja menjadi berdasarkan lapangan," katanya.Ehs
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login