IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pertamina Klaim Konsumsi BBM Subsidi Menurun

Pertamina Klaim Konsumsi BBM Subsidi Menurun

Written By kusairi kusairi on Tuesday, 24 November 2015 | 14:24

indoPetroNews.com - PT Pertamina (Persero) mencatat tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium mengalami penurunan dari 80 juta liter per hari menjadi 65 juta per hari atau mengalami penurunan sebanyak 15 juta liter per hari. Diketahui, hal ini disebabkan masyarakat sudah mulai beralih pada BBM jenis pertalite dan pertamax.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengklaim penurunan konsumsi BBM jenis premium ini menyebabkan distribusi untuk porsi premium di wilayah non Jawa Madura Bali (Jamali) mengalami penurunan dengan total volume sebesar 13 juta Kiloliter (KL) dari sebelumnya 14,8 juta KL.

"Volume ini kecil karena ada pertamax dan pertalite yang konsumsinya naik," ujar Ahmad, saat ditemui di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta Selatan, Senin (23/11).

Menurutnya, hal ini terjadi karena masyarakat sudah mulai selektif mengisi bahan bakar untuk kendaraanya. Lebih dari itu, saat ini konsumen yang mampu membeli pertamax meningkat empat kali lipat dibandingkan sebelumnya. Tidak hanya itu, masyarakat juga mulai beralih ke BBM jenis pertalite sehingga porsi untuk premium hanya 11 persen sampai 12 persen.

Dalam hal ini, Ahmad menegaskan, Pertamina akan menggenjot BBM nonsubsidi seperti pertamax dan pertalite ke depannya. Menurutnya masyarakat sudah semakin pintar dalam pemilihan BBM. "Hal itu (masyarakat semakin pintar) yang menyebabkan konsumsi pertalite meningkat," pungkasnya.

Sekadar informasi, saat ini konsumsi BBM jenis pertalite mencapai empat juta liter per hari. Sedangkan BBM jenis pertamax mencapai di atas delapan juta liter per hari.

Sementara, Badan Pengatur‎ Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprediksi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar tidak melampaui kuota sebesar 17,9 juta Kiloliter (KL) pada tahun ini.

Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng mengatakan konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan hanya sekitar 16 juta KL. Dengan tidak tercapainya konsumsi BBM bersubsidi, Ia menilai uang negara hingga akhir tahun bisa terselamatkan.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login