IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Sinergitas PGN dan Pertagas Terwujud 2017

Sinergitas PGN dan Pertagas Terwujud 2017

Written By kusairi kusairi on Monday, 23 November 2015 | 13:54

indoPetroNews.com - Rencana sinergitas antara PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) dan PT. Pertamina Gas (Pertagas) akan terwujud pada awal 2017 mendatang.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan implementasi sinergi menyeluruh antara kedua BUMN tersebut, kajiannya sudah dimulai dan membutuhkan waktu satu tahun. Sebelum implementasinya, kedua perusahaan akan melakukan sinergi operasional pada 2016.

"Kita harapkan pada 2016, sinergi operasional PGN dan Pertagas diterapkan dan 2017 bisa dilakukan akuisisi atau bentuk lain," kata Dwi, di Jakarta Senin (23/11).

Sinergi operasional yang akan diwujudkan tersebut, bertujuan agar kedua perusahaan dapat berkembang lebih cepat dan memberikan harga jual gas kompetitif kepada masyarakat. Artinya, dengan aksi korporasi tersebut, kedua perusahaan dapat menentukan harga gasnya.

"Konkretnya sinergi operasional ini antara lain mengelola dan mengoperasikan infrastruktur hingga membuat perencanaan pipanisasi. Dalam pengerjaannya baik operasional serta pengelolaan akan ditunjuk satu saja, supaya lebih hemat biayanya," paparnya.

Apabila dibutuhkan pembangunan infrastruktur baru, maka pihaknya akan berkonsultasi dengan Kementerian ESDM yang nantinya bertugas sebagai pengelola jaringan. Ia berasumsi jika investasi pembangunan dimasukkan dalam APBN, maka biaya depresiasi tidak perlu dibebankan kepada masyarakat.

Selanjutnya, tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa (toll fee) akan dikaji kembali. Salah satu caranya dengan memperpanjang masa tenggang tarif menjadi 15 tahun dari saat ini hanya 5 tahun sehingga biaya depresiasi akan lebih rendah.

Ia menggarisbawahi bahwa Pertamina dan PGN akan melakukan pendekatan dengan mengkaji dampak positif dan negatif aksi korporasi yang akan direalisasikan.

"Kita kalkulasikan semua nilai tambahnya, pro kontra dari aksi korporasi tersebut. Di sisi lain, kita juga harus memperhatikan PGN yang ada pemegang saham publiknya sehingga kita juga harus memberikan nilai tambah kepada mereka dan jangan sampai berdampak buruk," ungkapnya.

Mantan Direktur Utama Semen Indonesia (Persero) itu mengklaim masih banyak pihak yang beranggapan jika perusahaan yang diakuisisi oleh perusahaan lain adalah jelek.

"Padahal, dalam teori korporasi, seseorang yang dilamar berarti ada sesuatu yang menarik dan dia boleh jual mahal. Ini yang agak miss di Indonesia," tegasnya tanpa menyebutkan pihak yang mengakuisisi dan diakuisisi.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login