IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Skema FLNG pada Blok Abadi Mampu Atasi Resiko Gempa

Skema FLNG pada Blok Abadi Mampu Atasi Resiko Gempa

Written By kusairi kusairi on Tuesday, 17 November 2015 | 19:05

indoPetroNews.com - Pengembangan dengan cara gas alam cair terapung atau floating LNG pada lapangan Abadi, Blok Masela di Laut Arafuru, Maluku dianggap mampu mengatasi resiko gempa dan terjangan tsunami. Pada periode 1900 hingga 2013 tercatat terjadi 2.248 gempa di sekitar Masela.


Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Eko Budi Djatmiko mengatakan FLNG Masela sudah didesain dengan asumsi risiko hingga ketinggian gelombang laut mencapai 10 meter. "Jadi, secara teknis FLNG Masela ini aman sekali," kata Eko dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (17/11).

Eko menuturkan perubahan kapasitas FLNG Masela dari 2,5 menjadi 7,5 juta ton LNG per tahun akan lebih baik. Pasalnya dengan volume kapal yang besar maka akan memperkecil gerakan kapal. Diperkirakan berat total FLNG hampir 1 juta ton. Keberadaan teknologi penambatan (mooring) kapal yang terus berkembang yang memungkinkan gerakan kapal semakin stabil.

"Fasilitas FLNG akan berada dalam satu kesatuan dibandingkan darat yang terpisah-pisah, sehingga lebih aman di laut," ujarnya.

Ketua Jurusan Teknik Perkapalan Wasis Dwi Aryawan menambahkan, untuk membangun kilang LNG di darat dibutuhkan 4 fasilitas utama, yaitu fasilitas bawah permukaan, FPSO, jaringan pipa dari FPSO ke darat, dan kilang LNG.

Kalau memakai pipa dengan opsi panjang sampai 160 km atau 600 km, lanjutnya, maka akan berbahaya dengan ancaman gempa dan longsoran yang terjadi di bawah permukaan laut. Sementara untuk FLNG hanya dibutuhkan 2 fasilitas utama, yaitu fasilitas bawah permukaan dan FPSO saja.

"Artinya, dengan potensi gempa dan tsunami yang tinggi tersebut, maka opsi FLNG Masela akan lebih baik dibandingkan darat," katanya.

Pemerintah belum memutuskan skema pengembangan Masela. Pasalnya masih menunggu hasil kajian konsultan independen kelas dunia. Ditargetkan sebelum akhir tahun ini kajian tersebut selesai dan ada keputusan. Ada dua opsi dalam pengembangan Blok tersebut yakni FLNG atau kilang darat.

Konsorsium Maritim terdiri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, PT PAL Indonesia (Persero), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, LHI-BPPT, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login