IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » SKK Migas Turunkan Target Lifting Menjadi 793.000 bph

SKK Migas Turunkan Target Lifting Menjadi 793.000 bph

Written By kusairi kusairi on Friday, 6 November 2015 | 09:00

indoPetroNews.com – Manajemen Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat proyeksi realisasi lifting minyak dalam negeri pada akhir 2015 dipangkas menjadi 793.000 barel per hari (bph). Dimana sebelumnya ditargetkan 812.000 bph.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi mengungkapkan, kedua proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan target lifting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2015, yakni sebesar 825.000 bph.

“Kami tidak bisa mencapai target nasional. Memang kalau dihitung dari target APBN-P (realisasinya) masih di bawah, tapi kalau minyak dan gas kan tidak bisa ditentukan produksinya berapa," ungkap Amien kepada wartawan, baru-baru ini.

Amin beralasan, salah satu penyebab realisasi lifting minyak hanya memenuhi 96,12 persen dari target APBNP 2015, adalah karena adanya peristiwa kabut asap yang melanda pulau Sumatera dan Kalimantan. Meskipun musibah tersebut tidak memengaruhi produksi minyak secara langsung, namun hal itu memengaruhi aspek teknis lainnya.

"Jadi gangguannya lebih ke arah Sumber Daya Manusia (SDM). Kan ada peralatan, ada pipa, lalu ada tempat penampungan. Peralatan-peralatan ini kan harus dioperasikan oleh manusia. Namun karena asap, manusia yang mengoperasikan tak bisa kesana, makanya alat-alat tersebut tidak bisa dijalankan," jelas Amien.

Meskipun begitu, Amien menyebutkan, bahwa angka itu meningkat dari realisasi lifting minyak per tanggal 2 November 2015 kemarin. Hingga periode tersebut, lifting minyak telah mencapai 784.000 bph.

Amien menambahkan, bahwa peningkatan itu terjadi karena lifting minyak oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) akan maksimal pada akhir bulan ini. "Kami harapkan nanti akhir November ini produksi Exxon bisa maksimal," tambahnya.

Sekadar informasi, EMCL berencana untuk mengoptimasi produksi di Lapangan Banyu Urip dengan produksi yang ditaksir mencapai 205 ribu bph. Awalnya, optimasi ini dijadwalkan pada bulan Oktober lalu namun molor sebulan akibat insiden perusakan kantor dan bocornya pipa Pertamina - Petrochina East Java (PPEJ) yang lokasinya berdekatan dengan fasilitas pipa Banyu Urip. Ehs
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login