IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Tahun Depan Pertamina Manfaatkan B20

Tahun Depan Pertamina Manfaatkan B20

Written By kusairi kusairi on Wednesday, 4 November 2015 | 06:34

indoPetroNews.com - Pemerintah akan meningkatkan pemanfaatan biodisel menjadi 20 persen (B20) tahun depan. Saat ini, uji coba B20 tengah digelar di lintas Sumatera, dan mampu menempuh jarak hingga 3.383 Km

Plt. Kepala Pusat Komunikasi Publik, Hufron Asrofi mengatakan, penggunaan biodisel untuk mengurangi impor BBM, terutama jenis solar. Biodisel sendiri diproduksi di dalam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI). Uji coba jalan B20 meliputi Lampung, Palembang, Jambi, Padang, Pekanbaru dan Medan.

"B15 telah berjalan kembali dan akan dilanjutkan menjadi mandatori B20 pada bulan Januari 2016," ujar Hufron di Jakarta, Selasa (3/11).

Dijelaskannya, uji jalan lintas Sumatera ini menggunakan beberapa buah kendaraan dengan tipe Ford Ranger, Mitsubishi Pajero, Kijang Innova, Truk Hino, dan Truk Hino Elf. Sampai di Medan uji jalan telah menempuh jarak total 3.383 km dengan menggunakan 1.206 liter B20 untuk semua kendaraan tersebut.

Uji jalan B20 tersebut, merupakan langkah pemerintah untuk menyukseskan mandatori pemanfaatan biodiesel sebesar 20 persen pada 2016.

Pemanfaatan bioenergi sendiri tertuang dalam Kebijakan Energi Nasional dengan diversifikasi energi yang terimplementasi dalam Peraturan Menteri ESDM No. 32 Tahun 2008 dan telah diubah terakhir kali dengan Peraturan Menteri EDM No. 12 Tahun 2015 yang mewajibkan pemakaian biodiesel sebesar 20% pada kendaraan bermotor pada tahun 2016.

Selain mengurangi impor, dengan pemanfaatan biodisel, Pertamina berpotensi melakukan penghematan devisa hingga US$1,94 miliar pada 2016 apabila tingkat penyerapan fatty acid methyl ester (FAME) atau biodiesel sesuai target sebesar 5,14 juta kiloliter (kl).

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengatakan tahun depan, Pertamina akan menaikkan persentase mandatory pemanfaatan FAME pada bahan bakar diesel dari saat ini yang berada di level 15%. Untuk PSO 25%, Industri 20% dan ketenagalistrikan 30 persen.

"Apabila diasumsikan rata-rata indeks harga gasoil tahun depan di kisaran US$ 60 per barel, maka Pertamina akan menghemat devisa sebesar US$1,94 miliar. Langkah ini menjadi satu lagi bukti penting dan konkret upaya Pertamina untuk mencegah aliran devisa ke luar negeri, khususnya dari impor solar," kata Wianda.

Setelah sukses dengan pemanfaatan biodisel sebanyak 10 persen (B10) pada 2014 lalu, dan B15 di 2015 ini. Ehs
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login