IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » DEN Usul Lima Poin Soal Dana Ketahanan Energi

DEN Usul Lima Poin Soal Dana Ketahanan Energi

Written By Indopetro portal on Wednesday, 30 December 2015 | 16:24


indoPetroNews.com - Dewan Energi Nasional (DEN) mengusulkan Lima poin kebijakan terkait dana ketahanan energi (DKE) yang dikeluarkan pemerintah dalam waktu dekat ini.

Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan, Rinaldy Dalimi mengatakan DKE tersebut telah dikaitkan dengan pelaksanaan Premi Pengurasan (Depletion Premium-DP) yang diamanatkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) pada PP nomor 79/2014.

Rinaldy mengatakan depletion premium adalah dana yang disisihkan dan diambil dari eksploitasi sumber daya alam yang tidak terbarukan, dalam rangka mempertahankan keberlanjutan keberadaan sumber daya energi, yaitu yang dipungut pada sisi hulu dalam proses industri energi fosil, yang dibebankan kepada produsen.

"Sedangkan DKE yang direncanakan Pemerintah dipungut pada sisi hilir yang dibebankan kepada masyarakat. Oleh karena itu DKE cakupannya lebih luas dari DP yang diamanatkan dalam KEN," ujar Rinaldy dalam konpres yang dilaksanakan di kantor DEN, Gatot Subroto Jakarta, Rabu (30/12).

Menurut Rinaldy, jika DKE tetap dilaksanakan, seharusnya DKE tidak hanya dipungut pada Premium dan Solar saja, tetapi juga kepada seluruh jenis energi.

Untuk itu, DEN mengusulkan mekanisme pengumpulan dan pemanfaatan DKE perlu didukung dengan aturan yang lebih rinci.

Pertama, pemerintah perlu segera menyiapkan aturan mengenai mekanisme pengumpulan dan pemanfaatan DKE. Kedua, Dalam jangka pendek DKE dapat diperoleh dari Laba Bersih Minyak (LBM) melalui mekanisme APBN.

"Apabila harga keekonomian BBM lebih rendah dari harga yang ditetapkan Pemerintah, maka akan diperoleh LBM yang dapat digunakan sebagai dana cadangan resiko energi, DKE dapat
digunakan sebagai pengembangan EBT dan eksplorasi penemuan cadangan baru serta pembangunan infrastruktur energi," papar Rinaldy.

Ketiga, penerapan dana tersebut diberlakukan juga untuk BBM Umum (seperti pertamax, pertadex, pertalite dll). Keempat, dalam jangka panjang DKE dapat diterapkan kepada seluruh sumber energi fosil lainnya yang dilakukan terus menerus tanpa dipengaruhi fluktuasi harga energi fosil dan dari sumber lainnya.

Dan terakhir, rencana pemerintah untuk menerapkan DKE ini, harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengevaluasi efisiensi industri hilir migas (industri pengolahan dan niaga).

Sebagaimana diketahui, pernyataan Pemerintah pada tanggal 23 Desember 2015 yang lalu, Pemerintah merencanakan menurunkan harga Premium dan Solar dan menitipkan Dana Ketahanan Energi (DKE) kepada harga BBM yang baru.

Premium diturunkan dari Rp 7.300/liter menjadi Rp 6.950/liter ditambah Rp 200/liter untuk Dana Ketahanan Energi (DKE), sehingga harga baru Premium adalah Rp 7.150/liter, dan Solar dari Rp 6.700/liter menjadi Rp 5.650/liter ditambah Rp 300/liter untuk DKE, sehingga harga baru Rp 5.950/1iter. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login