IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Harga Minyak Anjlok, Perusahaan Migas Ramai-ramai Lakukan Efisiensi

Harga Minyak Anjlok, Perusahaan Migas Ramai-ramai Lakukan Efisiensi

Written By kusairi kusairi on Wednesday, 16 December 2015 | 20:45

indoPetroNews.com - Merosotnya harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu lalu, membuat seluruh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) memutar otak untuk melakukan efisiensi, agar tidak mengalami kerugian, dan dapat melangsungkan target eksplorasi minyak kedepan.

Direktur Operasi Saka Energi, Tumbur Parlindungan mengaku, untuk mengatasi agar margin ongkos produksi dengan harga jual tidak menipis, perusahaan minyak saat ini terus berupaya melakukan berbagai cara untuk efisiensi di semua lini.

"Kami juga telah mengurangi jam kerja karyawan, sehingga tidak ada lagi karyawan yang melakukan lembur. Di sisi lain, dengan cara ini perusahaan bisa mengurangi biaya perusahaan untuk listrik," kata Tumbur, di Jakarta, Rabu (16/12).

Berbeda dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor migas, PT Pertamina (Persero) Tbk. pihaknya malah ingin menambah produksi minyak untuk menjamin pasokan minyak. "Saat ini, kebutuhan minyak di Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari (BPH). Sementara produksi Pertamina saat ini baru mencapai 300.000 bph," kata Dwi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menyebutkan, lunturnya harga minyak membuat investasi di hulu migas pada 2016 ikut susut.

Untuk itu, Wiratmaja menambahkan, Pemerintah akan menggodok berbagai tawaran insentif agar para pengusaha migas tetap tertarik mengebor minyak. Misalnya, menawarkan bagi hasil kepada kontraktor bukan lagi 85:15, mungkin 70:30 atau bahkan 50:50. "Kalau harga minyak membaik nanti disesuaikan lagi," ujar Wiratmaja.

Terkait insentif, Sammy dan Dwi Soetjipto mengaku setuju dengan tawaran tersebut. Namun Tumbur mengingatkan, keputusan investasi bukan cuma soal porsi bagi hasil lebih besar yang didapatkan, tapi juga banyak faktor lainnya yang harus dipikirkan.

Diketahui, hingga pkl 20.30 WIB tadi malam, harga minyak mentah dunia berada di level US$ 36,31 per barel, dan harga ini merupakan harga terendah sejak Februari 2009 yang lalu. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login