IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Kilang Gagal Dibangun Akibat Ulah Mafia Migas

Kilang Gagal Dibangun Akibat Ulah Mafia Migas

Written By kusairi kusairi on Monday, 7 December 2015 | 11:20


indoPetroNews.com - Pengamat energi dari Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, mafia migas dan pemburu rente merupakan biang kerok gagalnya pembangunan kilang baru di Indonesia.

“Tidak pernah terbangunnya kilang pasca pemerintah Orde Baru, saya yakin memang karena adanya peran dari pemburu rente atau mafia migas yang mampu mempengaruhi kebijakan penguasa,” kata Sofyano, di Jakarta, Senin (7/12).

Dibangunnya kilang baru, kata Sofyano, akan berpengaruh besar terhadap bisnis para pemburu rente, pengusaha hitam yang tetap ingin pasokan BBM tetap di tangan mafia dengan mengandalkan dari impor. Untuk itu, pemerintah yang berkuasa saat ini harus membuktikan mampu membasmi tuntas para pemburu rente, mafia migas, dan mafia BBM. “Agar mereka tidak lagi punya ruang memburu rente,” katanya.

Menurut Sofyano, pasokan minyak mentah yang hampir separuhnya berasal dari impor membuat harga BBM menjadi mahal. Artinya sepanjang Indonesia masih bergantung dengan impor, maka harga BBM juga akan bergantung dengan harga minyak dunia.

“Bandingkan misalnya dengan Arab Saudi yang seluruh BBM berasal dari minyak mentahnya sendiri, menjadikan harga BBM dijual dengan harga sekitar Rp 2.400 per liter,” ujarnya.

Faktor lain yang mengakibatkan tingginya harga BBM, menurjt Sofyano, juga lantaran, Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau ditambah lagi dengan masih kurang memadainya infrastruktur, sehingga ongkos distribusi membengkak. Selan itu, harga BBM juga masih dibebani dengan biaya-biaya lain, serta pengenan pajak-pajak seperti PPn dan PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor).

“Artinya jika pemerintah ingin harga BBM turun, maka harus ada keberanian menghapus atau mengurangi pajak-pajak tersebut. Kilang yang ada saat ini sudah udzur karena dibangun zaman pemerintahan Soeharto. Nah, kilang usia tua menyebabkan produksi tidak efisien,” tutupnya. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login