IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Konsorsium Maritim Tidak Rekomendasikan Skema Onshore Pada Blok Masela

Konsorsium Maritim Tidak Rekomendasikan Skema Onshore Pada Blok Masela

Written By kusairi kusairi on Tuesday, 22 December 2015 | 21:50

indoPetroNews.com - Konsorsium maritim tidak merekomendasikan penggunaan sistem perpipaan untuk mengalirkan gas ke darat pada perairan Blok Masela Laut Arafuru. Pasalnya akan ada beberapa ancaman yang mengarah kepada kerusakan pipa akibat potensi gempa yang berdampak pada terangkatnya pipa yang terpendam, rekahan tanah, kelongsoran tanah di dasar laut serta penurunan tanah.

"Jauhnya jarak juga menjadi kendala. Bayangkan 600 km ke kepulauan Aru atau 120 km ke Saumlaki," kata Pakar geoteknik dan bencana Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Kriyo Sambodho, dalam hasil rumusan FGD Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Minyak dan Gas di Laut Dalam, yang diterima media indoPetroNews.com, Selasa (22/12).

Sebelumnya, Konsorsium Maritim merekomendasikan pengembangan Masela dengan skema gas alam cair terapung ataufloating LNG (FLNG) dibandingkan darat (onshore).

Konsorsium terdiri atas lima institusi yakni ITS Surabaya, PT PAL Indonesia (Persero), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, LHI-BPPT, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).

Konsorsium sudah melakukan kajian teknis dan ekonomis sebelum sampai pada rekomendasi penggunaan skema FLNG Masela tersebut.

Aspek teknis yang dikaji meliputi keselamatan, olah gerak (seakeeping), penanganan dan proses gas, serta geoteknik dan bencana.

Sedangkan, ekonomis mencakup waktu konstruksi, fleksibilitas operasi, investasi, pengaruh terhadap pertumbuhan wilayah dan industri, dan kandungan lokal. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login