IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pertamina Harus Perkuat Organisasi Tata Kelola Arus Minyak

Pertamina Harus Perkuat Organisasi Tata Kelola Arus Minyak

Written By kusairi kusairi on Tuesday, 8 December 2015 | 15:55

indoPetroNews.com - Project Coordinator Tim Pembenahan Tata Kelola Arus Minyak, Faisal Yusra, meminta agar organisasi yang ditanganinya saat ini lebih diperkuat. Pasalnya, antara unsur Kilang, Kapal dan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) merupakan tiga kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dalam mencegah losses.

Yusra mengatakan, dilihat secara kasat mata, dalam soal angkutan minyak di laut dan di sungai itu hanya ada tiga unsur yang saling berkaitan. Unsur pertama, adalah yang punya minyak atau yang memasak minyak, dalam hal ini disebut Kilang atau RU-II sampai RU-VII di pelabuhan muat (L/P).

Kemudian yang memasak minyak menitipkan kepada unsur kedua yang bernama Kapal untuk mengangkut minyak ke terminal tujuan. Dan, unsur ketiga adalah pelabuhan tempat minyak tersebut dibongkar (D/P) yang disebut Terminal BBM di MOR-I sampai MOR-VIII.

Kalau dalam tata kelola minyak produk seperti di atas itu gambarannya, maka satu lagi siklus yang hampir sama unsurnya adalah tata kelola minyak mentah (crude). Unsur pertamanya (L/P) adalah terminal lepas pantai (SKK Migas), kemudian unsur keduanya bernama Kapal, dan unsur ketiganya adalah Kilang Minyak (D/P).

"Bukan maksud kami untuk menyederhanakan permasalahan, bila dari sudut losses tiga unsur ini dianggap sangat berperan dalam mencegah terjadinya “losses berkepanjangan” dalam masalah tata kelola arus minyak," ujar Yusra, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, istilah ini dimaksudkan sebagai suatu kehilangan berantai terjadi mulai dari minyak itu dibor dari perut bumi (Hulu) sampai minyak itu didistribusikan (ke Hilir) melalui laut dan sungai sebelum diserahterima kepada konsumennya.

"Selama tiga bulan terakhir aktivitas tim PTKAM Korporat menjabarkan breakthrough project Direksi dalam melakukan pembenahan tata kelola arus minyak di Pertamina, dengan op­timis kami katakan di sini bahwa unsur Kilang, Kapal dan TBBM adalah tiga kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mencegah losses," katanya.

Yusra menjelaskan, kalau saja losses (R1) yang terjadi di Kilang ketika minyak dimuat ke dalam kapal bisa dikontrol ketat oleh petugas yang berkuasa di Kilang, tentu losses di ambang toleransi bisa ditekan sedemikian rupa. Begitu pula di Kapal sebagai angkutan air. Kalau saja losses (R2) yang terjadi di kapal ketika minyak diangkut menuju TBBM bisa dikontrol ketat oleh petugas yang berkuasa di atas kapal, tentu losses di ambang toleransi bisa ditekan sedemikian rupa.

Sementara jika losses (R3) yang terjadi ketika minyak dipindahkan (dipompa) ke TBBM maupun kilang bisa diawasi secara ketat oleh petugas darat, tentu losses di ambang toleransi bisa ditekan sedemikian rupa sehingga discrepancy (R4) tidak melebihi ambang toleransi dapat terpenuhi.

Sepertinya yang digambarkan di atas begitu indah dan lancar saja ketika diterapkan dalam aktivitas. “Unsur penunjang” lainnya (alat ukur, Surveyor, dan Loading Master) seakan diabaikan. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login