IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pertamina Klaim Laba Bersih Oktober 2015 Capai USD 1,39 Miliar

Pertamina Klaim Laba Bersih Oktober 2015 Capai USD 1,39 Miliar

Written By kusairi kusairi on Friday, 11 December 2015 | 09:50

indoPetroNews.com – PT Pertamina (Persero) bertekad untuk dapat menjadi ‘the true economic powerhouse’ yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto dalam sambutannya pada acara syukuran HUT ke-58 perusahaan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (10/12).

Dwi Soetjipto mengatakan tantangan besar akibat penurunan harga minyak dunia dalam setahun terakhir telah sukses diatasi melalui langkah-langkah proaktif, lima strategi prioritas, yaitu (1) Pengembangan sektor hulu; (2) Efisiensi di semua lini; (3) Peningkatan kapasitas kilang dan petrokimia; (4) Pengembangan infrastruktur dan marketing; dan (5) Perbaikan struktur keuangan.Menurut dia, dalam setahun pertambahan usia Pertamina, berbagai keberhasilan sudah dicapai perusahaan dari sektor hulu hingga hilir.

“Hal ini tercermin dari beragam proyek yang berhasil tuntas dan mulai beroperasi secara komersial sepanjang tahun ini yang tidak hanya memberikan sumbangsih bagi peningkatan kinerja Pertamina untuk mencapai visi sebagai Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia, melainkan juga berkontribusi besar bagi kemandirian dan ketahanan energi nasional kita sehingga Pertamina dapat menjadi ‘the true powerhouse economic bagi Indonesia,” kata Dwi.

Dia mengungkapkan anjloknya harga minyak dunia berpengaruh terhadap pendapatan di sektor hulu, namun dengan beberapa langkah inisiatif hulu, seperti cost effectiveness, optimalisasi aset dan penciptaan nilai tambah membuktikan hingga akhir Oktober 2015, produksi migas mencapai 584,32 MBOEPD, lebih tinggi 11,3 % pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 524,94 MBOEPD.

Pertamina tetap giat dalam kegiatan eksplorasi dan Pertamina telah berhasil menambah temuan sumber daya (2C) migas hasil pemboran eksplorasi & deliniasi sebesar 238,06 MMBOE (minyak 93,98 MMBO & gas 834,73 BSCF), hasil ini telah melewati target yang ditetapkan. Temuan terbesar berasal dari lapangan PHE (Tomori dan Nunukan) serta PEP (Puspa Asri & Jati Asri). Penambahan cadangan (P1) migas hasil Plan Of Development (POD), Put on Production (POP) & re-assesment cadangan existing sebesar 46,22 MMBOE (minyak 18,33 MMBO & gas161,64 BSCF).

“Pertamina melalui anak perusahaannya, Pertamina EP, mendapatkan pengakuan dari SKK Migas sebagai perusahaan terbaik dan agresif dalam melakukan kegiatan survey seismik sebagai upaya dalam melakukan agresif eksplorasi untuk menemukan cadang-cadangan baru bagi Pertamina,” terangnya.

Dwi juga menegaskan tidak adanya keraguan lagi soal kesiapan Pertamina untuk mengelola blok Mahakam pascaterminasi pada tahun 2018. Pertamina bahkan yakin bisa meningkatkan produksi mengingat kemampuan Pertamina tidak kalah dengan International Oil Company (IOC) dan National Oil Company (NOC). Pertamina juga telah menambah footprint pengelolaan aset eksplorasi lepas pantai dan unconventional, yaitu Blok Migas Abar (100%), Blok Migas Anggursi (100%) & Blok Migas Unconventional Sakakemang.

Pertamina juga mendapatkan momentum positif dengan di Asset Algeria dengan disetujuinya Revise Development Plan (RDP) lebih cepat dari target dan menjadi perusahaan pertama yang mendapatkan persetujuan oleh Pemerintah Algeria. Tahun ini pula Pertamina berhasil melanjutkan ekspansi internasional, yaitu akuisisi saham Murphy Sabah Oil Co Ltd dan Murphy Sarawak Oil Co Ltd.

Di sektor Panas Bumi, Pertamina melalui anak perusahaannya PT Pertamina Geothermal Energy sejak tahun 2009 sampai 2015 produksi setara listrik kumulatif adalah sebesar 2533 Gwh. Pencapaian ini karena telah onstreamnya PLTP Kamojang Unit 5 dengan kapasitas 35 MW serta semakin optimalnya lapangan Lahendong dan Ulubelu.

Pertamina juga serius mengembangkan bisnis gas, energi baru dan terbarukan sebagai bisnis masa depan perusahaan. Infrastruktur gas terus bertambah, seperti Fasilitas Arun LNG Receiving & Regasification Terminal, Donggi Senoro LNG, penambahan aset pipa gas menjadi 1.956 km saat ini, dan akan terus bertambah dengan penyelesaian proyek Belawan-Kawasan Industri Medan-Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Pipa Muara Karang-Muara Tawar, dan Pipa Porong-Grati di wilayah Jawa Timur yang akan tuntas pada tahun depan.

Infrastruktur retail gas juga terus ditambah untuk mensukseskan program konversi BBM ke BBG, baik dari sumber pendanaan internal maupun APBN. Sampai saat ini, telah terbangun 34 infrastruktur CNG di Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Balikpapan dan Palembang, akan segera masuk 18 unit SPBG tambahan yang dibangun pada tahun ini.

Pertamina juga mulai bergerak pada retail LNG dengan mengoperasikan LNG filling station di Plant 26 PT Badak untuk komersialisasi pemanfaatan LNG sebagai bahan bakar kendaraan tambang dan komersial. Pemanfaatan LNG juga dapat dilakukan melalui sinergi Pertamina dan PT Kereta Api Indonesia untuk lokomotif dan genset kereta api. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login