IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Aryo Djojohadikusumo: Dana Ketahanan Energi Jangan Hanya Pencitraan

Aryo Djojohadikusumo: Dana Ketahanan Energi Jangan Hanya Pencitraan

Written By Indopetro portal on Tuesday, 26 January 2016 | 13:30

indoPetroNews.com - Komisi VII DPR-RI menuding pemerintah masih melakukan subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini. Pasalnya, ditengah turunnya harga minyak mentah dunia, pemerintah masih enggan untuk menurunkan harga BBM. Padahal pemerintah telah berjanji pasca tidak diberikannya subsidi BBM, harga minyak dalam negeri akan selalu mengikuti harga pasar.

Alih-alih bukan menurunkan harga, pemerintah malah mengeluarkan kebijakan yang membebani rakyat, pada 23 Desember 2015 lalu, dengan melakukan pungutan kepada masyarakat terkait cadangan dana ketahanan energi.

Anggota Komisi VII dari fraksi Partai Gerindra , Aryo Djojohadikusumo mengatakan kebijakan pemerintah terkait dana ketahanan energi jelas tidak berlandaskan undang-undang. Bahkan kebijakan yang terkesan spontan ini dianggap pihak DPR sebagai pencitraan dari pemerintahan Jokowi-JK.

"Ini saya menyebutnya pencitraan, dan masalah ini hampir mirip dengan isu Menteri Perhubungan yang mengeluarkan kebijakan spontan juga terkait isu pelarangan untuk ojek online (Gojek)," ujarnya, di Jakarta, Senin (25/1).

Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM, Sudirman Said menjelaskan kebijakan tersebut bukan merupakan pencitraan. Sudirman Said mengaku sejak November 2015 rencana ini sudah disampaikan, meskipun tidak detail. Sudirman bilang harga minyak dunia semakin anjlok, maka subsidi Rp.1.000 jika tidak digunakan, maka ide ini kita keluarkan.

"Dalam rapat di istana terkait dana ketahanan energi, ada juga pembahasan, apabila harga minyak sedang murah seperti sekarang, kapan lagi kita bisa mengambil kesempatan," kata Sudirman.

Sudirman bilang, opsi ini juga dipilih karena menurut pemerintah, ketika harga minyak turun tajam kebawah dan kita juga menurunkan dengan harga murah, yang ditakutkan adalah harga bahan pokok tidak ikut diturunkan harganya. Sedangkan ketika harga minyak naik, semua ramai-ramai menaikkan harga.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login