IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » DPR: Pertamina Tidak Mampu Kelola Keuangan Perusahaan

DPR: Pertamina Tidak Mampu Kelola Keuangan Perusahaan

Written By Indopetro portal on Monday, 25 January 2016 | 21:44

indoPetroNews.com - Ditengah anjloknya harga minyak mentah dunia, seharusnya pemerintah juga turut menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Anggota Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian mengungkapkan, harga BBM jenis Premium harusnya bisa turun menjadi Rp 5.600 per liter.

"Harga minyak dunia saat ini yang sudah berkisar di US$28 per barel, Premium seharusnya bisa turun menjadi Rp5.600 per liter. Harga asumsi itu sudah termasuk biaya kilang (refinery)," kata Ramson, disela rapat dengar pendapat bersama Menteri ESDM, di gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (25/1).

Selain itu, Ramson melanjutkan, harga per liter tersebut juga sudah termasuk untuk tangker, depo, biaya distribusi, dan margin Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Ramson juga menegaskan, harga BBM yang seharusnya kembali diturunkan itu pun tak hanya jenis Premium saja, jenis Solar juga seharusnya sudah turun. Bahkan Ramson mengakui, dengan harga minyak saat ini, penjualan Solar sudah tidak lagi perlu disubsidi.

"Solar itu kan kalau menurut perhitungan saya juga harus diturunkan lagi. Dan solar pun kalau saya perhatikan sudah tidak perlu disubsidi lagi dengan harga minyak dunia yang seperti saat ini. Saat ini kan harga di pasar internasional itu sangat rendah sekali. Ini memang Pertamina sudah menarik untung yang cukup besar," paparnya.

Ramson menyesalkan harga BBM di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Pemerintah bahkan tak segan menjual BBM dengan kadar oktan yang lebih rendah dibanding negara lain, namun dengan harga yang lebih tinggi. Dia menilai, mahalnya harga BBM ini disebabkan oleh ketidakmampuan PT Pertamina (Persero) Tbk.

"Pertamina tak mampu kelola keuangan perusahaan. Sehingga, kemudian membebankan kerugian yang diperoleh akibat penurunan harga minyak mentah dunia kepada masyarakat. Selama ini 80 persen keuntungan Pertamina dari sektor hulu. Ketika harga minyak mentah turun, mereka memaksa mendapat keuntungan dari sektor hilir," tutup Ramson. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login