IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Empat Faktor Yang Pengaruhi Minyak Dunia

Empat Faktor Yang Pengaruhi Minyak Dunia

Written By kusairi kusairi on Thursday, 14 January 2016 | 06:20

indoPetroNews.com - Harga minyak dunia merosot tajam hingga ke level paling rendah selama kurun waktu 12 tahun terakhir. Dan Indonesia tengah masuk kategori dalam kondisi krisis ketahanan energi mulai saat ini.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Benny Lubiantara mengungkapkan, saat ini ada empat faktor yang mempengaruhi harga minyak dunia, yakni, pasokan (supply), permintaan (demand), pasar (market) dan persediaan (inventory).

Benny menjelaskan, pasokan akan dipengaruhi oleh harga minyak, produksi OPEC dan non OPEC. geopolitik, biaya kegiatan hulu, teknologi dan lain-lain.

Selain itu, tambahnya, permintaan (demand) utamanya akan dipengaruhi oleh harga minyak, pertumbuhan ekonomi, transportasi, cuaca, efisiensi, energi alternatif, subsidi dan lain-lain.

“Pasar dalam hal lnl adalah pasar minyak yang sesungguhnya (physical market) maupun pasar finansial (paper market). Physical market bisa dalam bentuk barter, spot dan kontrak dengan harga yang telah ditetapkan untuk penyerahan kemudian (forward) serta term contract (kontrak berjangka) yang merupakan mekanisme transaksi perdagangan yang paling banyak digunakan,” ujarnya, disela acara 'Luncheon Talk', di Gedung City Plaza SKK Migas, Jakarta, Rabu (13/1).

Sedangkan untuk pasar (market), lanjut Benny, terkait dengan penggunaaan komoditas minyak sebagai instrumen derivatif di pasar finansial. Pada awal tahun 1990-an, kegiatan di pasar minyak derivatif lebih banyak didorong untuk keperluan aktivitas lindung nilai (hedging) oleh institusi yang terlibat langsung dengan perdagangan minyak.

“Dengan semakin banyaknya jenis produk di pasar keuangan ini, ditambah prospek untuk memperoleh lmbal-hasil yang lebih besar, maka terjadi peningkatan transaksi ‘minyak kertas’ ini, bahkan muncul pula investor yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan aktivitas yang berhubungan dengan minyak maupun hedging,” katanya.

Benny mengungkapkan, pada dasarnya yang dimaksud dengan spekulan adalah kelompok investor yang tidak ada hubungannya dengan transaksi minyak yang sesungguhnya, seperti yayasan pensiun, yayasan atau perusahaan lain yang mengelola dana (endowment funds) dan lain lain.

“Transaksi oleh mereka ini dicatat sebagai transaksi non-commercial oleh CFTC (commodity futures trading commission). Transaksi non-commercial ini dijadikan pendekatan untuk melihat aktivitas spekulan. Analis berusaha mencari hubungan antara aktivitas spekulan dengan kecenderungan harga minyak,” katanya.

Sementara itu, Benny menuturkan, saat ini minyak telah menjadi aset finansial yang menarik bagi pelaku pasar finansial. Dengan demikian, perilaku harga minyak tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaren secara fisik saja. Apa yang terjadi di sektor keuangan, seperti perubahan suku bunga oleh Federal Reserve, perubahan nilai tukar dan lain-lain, juga akan berpengaruh terhadap harga minyak.

Faktor keempat yang mempengaruhi harga minyak adalah persediaan (inventory). Negara Negara maju yang bergabung dalam IEA dalam rangka mengantisipasi terputusnya pasokan minyak, mewajibkan anggotanya untuk menumpuk persediaan minyak. Masing-masing anggota diwajibkan untuk menyimpan persediaan minyak dan produk turunannya, seperti bensin dan diesel setara dengan volume yang diperlukan minimal 90 hari dari net- impor minyak.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login