IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » IATMI : Hati-hati Menyikapi Harga Minyak Dunia

IATMI : Hati-hati Menyikapi Harga Minyak Dunia

Written By kusairi kusairi on Wednesday, 13 January 2016 | 16:40

indoPetroNews.com - Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) mengatakan secara umum, harga minyak rendah berpengaruh buruk bagi negara net-importir minyak, termasuk Indonesia.

Dewan Pakar IATMI, Benny Lubiantara mengatakan kesimpulan tersebut harus disikapi dengan hati-hati. Harga minyak yang rendah dari sisi pasokan akan membuat kegiatan eksplorasi dan produksi cenderung menurun, akibatnya produksi nasional akan semakin menurun dan cadangan minyak tidak bertambah.

"Dalam jangka pendek bisa saja harga minyak rendah baik bagi negara net-importir, namun dalam jangka panjang hal ini bisa menjadi bahaya dan mengancam," ujar Benny, dalam paparannya saat acara 'Luncheon Talk', di Gedung City Plaza SKK Migas, Jakarta, Rabu (13/1).

Menurut Benny, pada saat yang sama, harga minyak rendah akan mendorong konsumsi yang boros dan tidak efisien, sehingga permintaan akan terus meningkat. Dalam jangka panjang kesenjangan (Gap) antara pasokan/produksi dengan permintaan/konsumsi akan semakin melebar. Dan ketika harga minyak nanti naik, ketahanan energi nasional akan menjadi sangat rentan.

"Kondisi Migas Indonesia saat ini tentunya berbeda dengan kondisi industri Migas Indonesia di era 70-an dan tahun 90-an dimana pada saat itu Indonesia masih berstatus net-eksportir," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua IATMI, Alfi Rusin mengatakan penurunan harga minyak langsung berdampak terhadap melemahnya kegiatan Migas di Mancanegara termasuk di tanah air. Alfi melanjutkan, tingkat keekonomian proyek migas menurun signifikan sejalan dengan anjloknya harga minyak. Sebagian pekerjaan pemboran sumur, ekspansi kapasitas produksi dan lain-lain terpaksa dibatalkan dengan alasan keekonomisan.

"Pemangku kepentingan tengah melakukan berbagai hal termasuk, perbaikan proses bisnis, renegosiasi kontrak pengadaan barang dan jasa, optimasi sampai opsi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pekerja Migas," kata Alfi.

IATMI juga sangat memberikan rekomendasi kepada seluruh perusahaan Migas untuk tetap mempertahankan talenta-talenta ahli teknik perminyakan yang bekerja pada perusahaan Migas di tanah air. Nantinya para talenta tersebut dapat membantu mencari terobosan dan inovasi teknologi yang sesuai, agar perusahaan dapat bertahan di era sulit ini. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login