IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Negara Maju Banyak Menerapkan DKE

Negara Maju Banyak Menerapkan DKE

Written By Indopetro portal on Tuesday, 26 January 2016 | 16:00

indoPetroNews.com - Pemerintah tetap melanjutkan rencana penerapan Dana Ketahanan Energi (DKE) seiring upaya mendorong ketahanan energi nasional. ‎Banyak negara dinilai telah menerapkan kebijakan strategis itu sehingga DKE ‎bisa menjadi opsi yang memungkinkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said ‎memaparkan negara-negara maju dan berkembang telah menyiapkan mekanisme kebijakan serupa DKE, di antaranya Norwegia, Inggris, Australia, Malaysia, hingga Timor Leste.

Norwegia, kata Sudirman memiliki dua kebijakan penghimpunan dana terkait peningkatan ketahanan energi, yaitu Energy Fund dan Petroleum Fund. ‎Energy Fund Norwegia mencapai US$17 miliar yang bersumber dari anggaran pemerintah dan alokasi tarif distribusi listrik. Tujuannya untuk peningkatan efisiensi energi dan kapasitas energi baru terbarukan (EBT).

"Sementara‎ ada petroleum fund sebesar US$836 miliar yang berasal dari premi migas. Fungsinya untuk pengamanan fiskal guna naik turunnya penerimaan minyak bumi dan investasi," ucap dia di Jakarta, seperti ditulis Selasa (26/1).

‎Sementara negara Inggris memiliki Green Investment Bank yang jumlah alokasi duitnya mencapai US$1,5 miliar. Dana itu diperoleh dari penyertaan modal pemerintah. Dana akan dialokasikan untuk mitigasi proyek EBT.

‎Australia memiliki ARENA fund yang disiapkan dari anggaran belanja pemerintah dengan alokasi dana sebesar US$1,8 miliar. Dana itu dialokasikan untuk penyediaan EBT. Malaysia menyiapkan kebijakan Renewable Energy Fund yang diperoleh dari pajak 2% masyarakat pengguna listrik mampu. Dana yang disiapkan sebesar US$316 miliar dan diarahkan untuk bauran energi EBT 30% di 2020.

Terakhir Timor Leste memiliki Petroleum Fund dengan alokasi duit sebesar US$16,9 miliar. Jumlah duit itu diperoleh dari penerimaan negara dari minyak bumi dan digunakan untuk manajemen minyak bumi.

‎Sudirman melanjutkan, saat ini penerapan DKE mundur sejalan dengan penyempurnaan regulasi dan penyiapan badan penghimpun dana. Awalnya, pemerintah ingin mengutip keuntungan penjualan BBM jenis Solar bersubsidi dan Premium di wilayah penugasa,. Rencana ini ditentang banyak pihak sampai akhirnya Presiden Joko Widodo memutuskan agar penerapan DKE dikaji kembali. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login