IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pemerintah Takkan Turunkan Harga BBM Lagi

Pemerintah Takkan Turunkan Harga BBM Lagi

Written By Indopetro portal on Monday, 25 January 2016 | 19:48

indoPetroNews.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan akan tetap terus konsisten mengikuti harga acuan minyak dunia. Pasalnya anggaran subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) sudah dicabut sejak 2015.

Untuk itu, Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan tidak akan menurunkan harga BBM meskipun saat ini harga minyak dunia dari acuan Indonesian Crude Price berada di angka US$ 32 per barel. Dan hal tersebut bukan alasan utama agar pemerintah juga ikut melakukan penurunan harga.

Sudirman Said beralasan pihaknya sulit melakukan penurunan harga karena jika harga BBM diturunkan saat ini, harga di sektor pangan dan transportasi tidak menjadi murah. Namun saat harga minyak dunia naik, otomatis harga makanan dan sektor angkutan umum bisa ikut melambung tinggi.

"Setiap kali penurunan harga BBM tidak akan terjadi penurunan harga pangan maupun transportasi, tapi begitu ada kenaikan sedikit itu ikutannya luar biasa," ujar Sudirman di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (25/1).

Sudirman memaparkan imbas dari kenaikan harga BBM adalah masyarakat kelas menengah bawah. Untuk itu pemerintah, lanjut Sudirman tidak bisa terburu-buru menurunkan harga saat ini. "Yang paling kena adalah yang paling bawah nantinya," ungkap Sudirman.

Alasan utamanya Sudirman ingin mengikuti perhitungan yang disepakati pemerintah setiap tiga bulan sekali. "Kita sudah punya aturan, peninjauan harga BBM dilakukan setiap 3 bulan sekali," tambah Sudirman.

Sudirman memaparkan faktor pembentuk harga BBM bukan hanya acuan hargaminyak dunia saja, tetapi ada kurs mata uang rupiah terhadap mata uang asing, efisiensi mata rantai pasokan dan biaya penyimpanan menjadi komponen keputusan harga BBM naik atau turun. "Ini yang terus kita tinjau untuk lebih efisien," kata Sudirman.



Harga minyak acuan Indonesian Crude Price masih berada di kisaran harga murah yakni US$28 per barel. Hal itu bisa memicu penurunan harga BBM jenis Premium dan Solar. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login