IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pengamat : Dana Pungutan Energi Terancam Batal

Pengamat : Dana Pungutan Energi Terancam Batal

Written By kusairi kusairi on Monday, 4 January 2016 | 11:38

indoPetroNews.com - Pengamat ekonomi sekaligus mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Fahmy Radhi mendesak pemerintah agar membatalkan kebijakan penerapan dana ketahanan energi, sebelum diberlakukan pada 5 Januari 2016, besok.

Fahmy menilai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah cukup membebankan masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM). "Kami mendesak kepada pemerintah untuk membatalkan kebijakan pungutan Dana Ketahanan Energi sebelum diberlakukan 5 Januari 2016," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/1).

Meski tujuan dasar dari dikeluarkannya kebijakan ini adalah baik, karena pemerintah mengambil saat kondisi menurunnya produksi energi fosil, namun ia menilai kebijakan tersebut sangat membebankan masyarakat.

"Beban ini masih belum terasa pada saat terjadi penurunan harga BBM. Namun saat terjadi kenaikan harga BBM, pungutan DKE akan lebih memberatkan masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya ikut mendesak pemerintah, agar rencana penerapan kebijakan ini agar dapat dibatalkan. Sehingga harga solar bisa kembali ke harga semestinya Rp 5.650 per liter dan premium menjadi Rp 6.950 per liter. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login