IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » SKK Migas Minta Lapindo Difoto Pakai Drone

SKK Migas Minta Lapindo Difoto Pakai Drone

Written By Indopetro portal on Friday, 15 January 2016 | 10:29

indoPetroNews.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi meminta kepada manajemen Lapindo Brantas Inc. untuk memberikan bukti berupa foto atau film terkait kondisi lapangan yang terletak di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. dan foto tersebut harus menggunakan drone (kamera terbang).

"Saya minta di foto pakai drone. supaya clear ini masalah, sebenarnya yang dikatakan sumur yang akan di bor itu tepatnya posisinya dimana," ujar Amien, di kantor SKK Migas, Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (13/1).

Dalam pertemuan di kantor SKK Migas kemarin, pihak Lapindo diketahui hanya memberikan paparan tentang kondisi lapangan yang akan dibor dengan menggunakan google earth. sehingga letak secara pasti posisi yang akan dibor tidak akurat.

Amien bilang, sekarang ini terdapat dua lapangan disekitar wilayah eksplorasi Lapindo. pertama lapangan Tanggulangin dan lapangan Wunut. diketahui pada lapangan Tanggulangin terdapat lima sumur yang sampai hari ini memproduksi gas. dan semuanya existing.

"Gas nya itu diambil oleh Pertamina, dulunya oleh PJO, terus ganti Pertamina nah itu untuk jaringan gas kota di sidoarjo. cuma waktu kami tanya jaringan gas kota sidoarjo itu lokasinya mana saja, belum dapat, trus beberapa rumah tangga, kami minta data itu," tegas Amien.

Kata Amien, rencananya Lapindo akan melakukan pengeboran di dua sumur. keduanya terletak sekitar 50 meter dari sumur yang telah existing. sedangkan yang satu lagi terletak sekitar 5 meter dari sumur yang telah existing.

"Jadi pengeboran ini bukan pengeboran eksplorasi di tempat yang baru. mealinkan ini adalah pengeboran guna mempertahankan produksi," sebut Amien.

Sedangkan banyak diberitakan media selama ini, Lapindo akan melakukan pengeboran eksplorasi yang baru. Amien melanjutkan bahwa jarak rencana pengeboran dengan lokasi lumpur kira-kira 3,3 Kilometer dan yang satu lagi 4 Kilometer.

"Terus dalam radius 100 meter, sumur yang existing itu kosong, tidak ada apa-apa. memang standard di kita begitu. dalam radius 100 meter tidak boleh ada rumah, bangunan atau aktifitas lainnya," Tegas Amien.

Meski demikian, lanjut Amien, publik akan sangat sulit memahami kalau foto-foto yang akurat dengan menggunakan drone tidak tersedia. "Ini yang lagi kita minta. dan waktunya itu seminggu. soalnya kalau kita ngomong, ini jaraknya sekian meter tapi tidak ada bukti jelas orang akan susah percaya. mendingan di foto saja dari atas, dan kita lihat saja nanti. karena kalau difoto pake drone, sendal jepit juga bisa keliatan nanti," tutup Amien. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login