IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Adanya Perubahan Bisnis Migas, Perusahaan Dilarang PHK Karyawan

Adanya Perubahan Bisnis Migas, Perusahaan Dilarang PHK Karyawan

Written By kusairi kusairi on Monday, 1 February 2016 | 19:11

indoPetroNews.com - Wara-wiri terkait berita soal pemutusan hubungan kerja (PHK) pada dunia minyak dan gas bumi (Migas), membuat perusahaan asal Amerika Serikat, PT. Chevron Pacifik Indonesia menjadi sorotan baru-baru ini.

Pasalnya perusahaan ini sempat mengeluarkan statement, akan mem-PHK 1.500 karyawannya. Alasannya tidak hanya disebabkan oleh harga minyak yang tidak mau menanjak naik belakangan ini. Akan tetapi karena adanya perubahan bisnis yang dialami perseroan selama ini.

"Benar, jika dibilang karena faktor harga minyak yang tak kunjung membaik. Lebih jauh lagi, perseoran melihat kondisi bisnis secara menyeluruh," ujar Vice President Policy Government and Public Affairs Chevron Pacific Indonesia,‎ Yanto Sianipar, seperti dikutip di Jakarta, Senin (1/2).

Disisi lain, Yanto enggan berkomentar soal akan di-PHK nya ribuan karyawannya. Namun ia membenarkan jika perusahaannya saat ini sedang melakukan efisiensi.

"Sebenarnya lebih bagus efisiensi. Dalam perubahan model bisnis terkait perubahan struktur dan ukuran organisasi saya tidak bisa menyebut perampingan, ini sedang berjalan prosesnya, kami tidak bisa jauh memberi informasi," terang Yanto.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas‎), Elan Biantoro membantah hal tersebut. "Tidak benar (PHK pekerja). Kalau PHK 1.700 pekerja itu masih rumor‎," kata Elan Bintoro.

Elan melanjutkan, yang sedang didiskusikan SKK Migas dengan perusahaan minyak Chevron adalah‎ program pensiun dini bagi pekerja, dengan memberi imbalan bagi yang melakukannya. "Kalau kami diskusi dengan Chevron bukan PHK. Kalau PHK memberhentikan, yang ada program pensiun dini, kalau ditawarkan mau dengan imbal. Itu sedang kami bahas," ungkap Elan.

Sementara akhir bulan lalu, seperti diketahui, Direktur Jenderal (Dirjen) Migas, Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, Chevron melakukan efisiensi dengan melakukan perampingan organisasi yaitu menyatukan dua unit usaha yaitu PT Chevron Pacific Indonesia dan PT Chevron Indonesia Company.

Selain itu, Perusahaan tersebut juga meminta untuk menunda (moratorium) penerimaan pegawai baru, sampai harga minyak membaik. Sementara, di pihak pemerintah menginginkan pemutusan pekerja dilakukan secara alamiah, yaitu pegawai yang sudah pensiun.

"Baru Chevron, kami minta natural saja, moratorium pegawai baru bisa kita maklumi, jadi belum ada rencana tahun ini mereka menerima pegawai baru, kalau harga minyak bagus baru menerima," kata Wiratmaja. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login