IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Faisal Basri : Masela Mau Dibangun di Darat atau Laut tak Ada Urusan dengan Kontraktor

Faisal Basri : Masela Mau Dibangun di Darat atau Laut tak Ada Urusan dengan Kontraktor

Written By Indopetro portal on Tuesday, 16 February 2016 | 08:26

indoPetroNews.com-Wacana pembangunan proyek Blok Masela di darat ataupun di laut ternyata tidak berkaitan dengan kepentingan kontraktor. “Mau di darat atau di laut, itu tidak ada urusan dengan kontraktor. Yang penting dia (kontraktor)  12% Internal Rate of Return (IRR),” kata Faisal Basri, Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) kepada indoPetroNews.com Selasa (16/2/2016) di Jakarta.

Mau pemerintah minta berapa, ujung-ujungnya 12% IRR nya.” Kalau di laut itu splitnya kira-kira 70% pemerintah dan 30% Inpex Masela Ltd dan Shell Indonesia. Kemudian ada cost recovery,” papar pengajar di Universitas Indonesia (UI) ini.

Sekarang, lanjut Faisal, muncul wacana onshore. Tetap saja dia (kontraktor) minta 12% dan harus membangun pipa 800 kilometer (km). “Perusahaan pipanya yang bangun siapa,” tegas Faisal, dengan nada tinggi sekali.  “Dia lagi kan,” kata Faisal, tanpa menyebutkan identitas yang dimaksud.

Menurut Faisal, jika proyek tersebut jadi maka ia merupakan proyek pipa terbesar sepanjang sejarah Indonesia. “Urut saja orang-orang yang mewacanakan onshore itu siapa saja, yang ada korelasinya dengan pabrik pipa ini,” kata Faisal. Kemudian, disamping itu, harus dibangun segala macam lagi, yang berarti cost bertambah lagi.

Sedangkan tanah yang dibutuhkan sekitar 600 hektar. “40 hektar saja yang dibutuhkan kalau floating, itu susahnya setengah mati. Dan tolong tunjukkan di situ, siapa penguasa-penguasa tanah yang ada sekarang. Bergabunglah mereka, atas nama Nasionalisme,” tandas mantan calon Gubernur DKI Jakarta ini. Nasionalisme jadi murah di negeri ini.

Menteri Keuangan, lanjut Faisal, tidak berbicara dampak dari revenue. “Setuju onshore tetapi tidak atas nama Menteri Keuangan, maka rusaklah semua. Ini bocoran dari rapat terbatas kabinet, beberapa waktu lalu. Jadi, para pihak punya  kepentingan semua,” tambah Faisal, sembari bersyukur  dirinya tidak mempunyai kepentingan karena tidak memiliki hubungan dengan siapa-siapa.


Untuk diketahui, keberadaan blok migas tersebut telah ditemukan sejak tahun 2000. Namun, pengembangan ladang gas tersebut terkendala beberapa hal, salah satunya soal pola pengembangan kilang apakah akan di bangun di darat (onshore) atau di laut (offshore).(Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login