IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Kegiatan eksplorasi tak Boleh Berhenti, Caranya?

Kegiatan eksplorasi tak Boleh Berhenti, Caranya?

Written By Indopetro portal on Tuesday, 16 February 2016 | 13:10

indoPetroNews.com-Penurunan drastis harga minyak dunia membuat Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memaksa melakukan efisiensi agar bisnisnya bisa
tetap bertahan. Termasuk ada yang melakukan efisiensi terhadap kegiatan eksplorasi.

Saat ini Pemerintah diharap mempertimbangkan gagasan untuk memberikan moratorium pada lahan-lahan yang masih dalam fase eksplorasi. Hal ini bertujuan agar aktivitas eksplorasi tidak dimulai dari titik nol tetapi  melanjutkan kegiatan sebelumnya.

Soalnya eksplorasi tidak boleh berhenti.  Kegiatan eksplorasi migas dan eksplorasi bahan tambang pada umumnya, bervariasi dari kegiatan studi di perpustakaan, mengolah kembali sampel dan contoh batuan yang sudah terkumpul di gudang penyimpanan batuan, pemetaan lapangan hingga kegiatan akuisisi data di lapangan termasuk seismik dan pengeboran.

Seperti apa harapan Dewan Penasehat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari terhadap pemerintah dalam mendukung keberlangsungan kegiatan eksplorasi di dalam negeri. Berikut petikan wawancaranya kepada indoPetroNews.com Selasa (16/2/2016).

Bagaimana Anda melihat kinerja kegiatan eksplorasi  yang dilakukan perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) di tengah tekanan harga minyak dunia sekarang ini?

Dengan turunnya harga minyak mentah dunia hingga menyentuh dibawah 30$/bbl ini menyebabkan restrukturisasi pembiayaan kegiataan eksplorasi dan produksi. Banyak perusahaan yang saat ini hanya berkonsentrasi pada kegiatan produksi dan menangguhkan kegiatan operasi eksplorasi.
Kegiatan eksplorasi memang "return"-nya lama (jangka panjang), namun kalau kegiatan eksplorasi ditangguhkan artinya dampat proses ini, misal kelangkaan sumber pengganti (resource replacement), sangat mungkin terjadi dan tetap akan dialami dimasa mendatang.
"Resource replacement" ini bukan hanya berpikir untu supply downstream saja, tetapi juga bagaimana mengganti migas untuk pemanfaatan fasilitas produksi yang sudah terpasang ini. Dan ini saya kira semua perusahaan hulu akan mengalaminya nanti.

Sebagian perusahaan migas diketahui mencapai target liftingnya di 2015, tetapi di sisi lain masih ada yang tidak mencapai target, apakah ini karena tekanan harga minyak atau memang kinerja yang  kurang optimal?

Salah satu faktor untuk mencapai target adalah pembelanjaan (investasi) untuk meningkatkan atau menjaga tingkat produksi supaya tidak turun (decline) secara alami adalah dengan melakukan operasi, salah satunya pengeboran sumur baru. Nah karena belanja dikurangi tentusaja pengeboran (yg relatif berbiaya) akan dikurangi dan dampaknya akan terjadi penurunan produksi secara alami (natural decline).

Tidak semua lapangan migas di Indonesia memiiki kondisi yang sama, baik kondisi bawah permukaan maupun fasilitas produksinya. Sehingga ada beberapa perusahaan (lapangan migas) yang dapat diproduksikan dengan murah dan ada yg memerlukan biaya mahal. Dengan demikian target lifting juga tidak akan terpenuhi semuanya.

Sebagian perusahaan minyak mengusulkan moratorium dalam kegiatan eksplorasi  hingga perpanjangan masa eksplorasi kepada pemerintah, bagaimana tanggapan Anda?

Moratorium merupakan sebuah usulan yang pantas untuk dipertimbangkan. Misalnya memberikan moratorium  (perpanjangan waktu otomatis) selama dua tahun saja sudah akan banyak menolong kegiatan eksplorasi.

Menurut perkiraan IEA (International Energy Agency) bulan Januari 2016, keseimbangan pasar minyak mentah (supplu-demand) baru akan mencapai titik seimbang hingga akhir 2016. Dengan demikian dampak harga minyak yang rendah akibat supplu-demand ini diperkirakan amsih akan berlanjut hingga tahun 2017 setelah stock mulai mencapai titik optimumnya. Saat ini kondisi pasar masih kebanjiran minyak, maka stock akan terus meningkat. Setelah stock menipis, maka harga baru akan mulai stabil.

Moratorium diharapkan akan tetap menambahkan masa eksplorasi selama 2 tahun, bukan menghentikan kegiatan tetapi menangguhkan kegiatan yang berbiaya mahal, seperti pengeboran, akuisisi data seismik dll.

Apa langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan IAGI, menyikapi persoalan kenaikan harga minyak yang menekan kegiatan eksplorasi?

IAGI menjadi mitra utama KEN (Komite Eksplorasi Nasional). IAGI memiliki angggota yg ahli di bidang eksplorasi. Didalam hal ini IAGI juga ikut dalam KEN tidak hanya migas, tetapi juga pertambangan umum, batubara serta eksplorasi panasbumi (geothermal).
Para ahli eksplorasi dari IAGI secara aktif menjadi anggota. IAGI sendiri juga terus mengajak rekan-rekan geologi untuk melakukan kegiatan eksplorasi berbiaya rendah, termasuk didalamnya riset sederhana, studi pustaka serta identifikasi dan inventarisasi hasil-hasil kerja selama ini.

Dalam situasi krisis seperti saat ini, apa saja langkah terbaik yang harus dilakukan perusahaan migas demi menjaga kinerja produksi dan kegiatan eksplorasi?

Intinya eksplorasi tidak boleh berhenti. Kegiatan eksplorasi migas, dan eksplorasi bahan tambang pada umumnya, ini bervariasi dari kegiatan studi diperpusatakaan, mengolah kembali sampel dan contoh batuan yang sudah terkumpul di gudang penyimpanan batuan, pemetaan lapangan hingga kegiatan akuisisi data dilapangan termasuk seismik dan pengeboran. Di saat harga komoditas rendah, maka saya menyarankan untuk tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang berbiaya rendah juga. Termasuk riset dan inventarisasi sumberdaya alam yang dikejarnya. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang berbiaya tinggi tentunya perlu ditangguhkan sambil menunggu harga komoditasnya kembali stabil.

Apa saja langkah strategis yang harus dilakukan oleh pemerintah terkait kegiatan eksplorasi  demi mempertahankan agar target lifting 2016 bisa ditingkatkan minimal sama dengan tahun sebelumnya?

Kalau menilik sejarah selama ini, fluktuasi harga minyak ini akan berlangsung 2-3 tahun. Sehingga suatu saat harga pasti akan kembali stabil. Pemerintah perlu mempertimbangkan usulan untuk memberikan moratorium pada lahan-lahan yang masih dalam tahap eksplorasi, supaya nantinya kegiatan eksplorasi tidak dari nol lagi, tetapi hanya melanjutkan kegiatan sebelumnya. Dengan demikian akan menyelamatkan kegiatan eksplorasi yang fungsinya mencari sumberdaya terambil (resource replacement).

Apa saran Anda untuk menggairahkan kegiatan eksplorasi  migas di Indonesia sebagai upaya peningkatan cadangan terbukti (proven reserves)?

Seperti yang pernah dikeluarkan oleh KEN (Komite Eksplorasi Nasional), bahwa banyak lapangan-lapangan yang sudah dibor dan sudah ditest produksi, namun tidak memenuhi kriteria ekonomi. Kriteria keekonomian ini banyak terjadi akibat terseret dan tergerus nilai keekonomiannya pada saat harga sangat tinggi di era 2000-2014 lalu. Dengan demikian perlu kebijakan khusus untuk meningkatkan nilai keekonomiannya dengan melihat term fiskal pada lapangan-lapangan ini.
Jumlah cadangan itu sudah pemberian alam, tetapi keekonomian itu merupakan hasil kesepakatan, karena didalamnya ada bagi hasil. Nah pemerintah bisa saja memberikan insentif pada lapangan-lapangan marjinal dengan lebin intens lagi. Yang terpenting sumberdaya alam hasilnya benar-benar dimanfaatkan didalam negeri. Gas tidak untuk dieksport misalnya.(*)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login