IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pelarangan Penjualan BBM Premium di DKI Jakarta Bebani Rakyat

Pelarangan Penjualan BBM Premium di DKI Jakarta Bebani Rakyat

Written By Indopetro portal on Wednesday, 10 February 2016 | 14:00

indoPetroNews.com-Ahok terkesan "asbun" (asal bunyi) ketika merencanakan melarang penjualan BBM jenis Premium di wilayah DKI Jakarta. Hal tersebut ditegaskan oleh Sofyano Zakaria, pengamat kebijakan energi kepada indopetronews.com Rabu (10/2/2016) di Jakarta.

"Kok dia itu terkesan bodoh banget sih sampai tidak tahu bahwa Premium sudah tidak disubsidi Pemerintah. Jadi apa dasarnya dia melarang Premium di wilayah DKI Jakarta. Kalau dia larang solar subsidi dijual di jakarta itu masih tepat karena solar masih ada muatan subdidi dari pemerintah," kata Sofyano.

Lebih lanjut ia mempertanyakan, "Apakah Ahok tidak tahu bahwa bbm Premium itu sudah tidak disubsidi lagi".

Publik bisa menilai bahwa Mantan Bupati Babel ini, lama lama semakin "nyinyir saja" dengan merencanakan membuat kebijakan yang akan membebani rakyat wilayah DKI dengan harus membeli BBM yang harganya lebih mahal dari BBM Premium.

Menurut Sofyano, langkah Pertamina yang telah menyiapkan beberapa jenis BBM antara lain Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax plus dan Pertadex, sudah cukup baik. Pertamina sudah menyiapkan beberapa alternatif BBM.

"Rakyat bisa memilih. Itu lebih fair dan adil bagi rakyat. Jadi jika Premium dipaksa dihapus oleh Ahok, itu dapat dinilai‎ sebagai jebakan batman terhadap Pertamina karena pada akhirnya Pertamina bisa jadi sasaran amuk publik karena Pertamina adalah ujung tombak dalam penyediaan BBM di negeri ini,"tegas Sofyano.

Kalau Ahok anti subsidi BBM, imbuh Sofyano, maka seharusnya Gubernur DKI membuat Perda khusus yang melarang premium dan solar subsidi dipakai oleh pegawai pemda dki dan BUMD serta seluruh kendaraan umum di wilayah DKI.

"Haruskan mereka gunakan pertamax atau pertalite. Jangan terapkan larangan itu ke masyarakat DKI secara total,"harap Sofyano.

Sofyano menyatakan jika premium dianggap menimbulkan polusi dan berbahaya bagi lingkungan, Ahok sebagai gubernur harusnya bisa membuktikan dengan data berapa banyak penduduk DKI Jakarta yang sakit atau rusak paru parunya atau jadi TBC karena hirup gas buang yg berasal dari Premium.

Premium sudah dipakai puluhan oleh rakyat di negeri ini, lanjut Sofyano, tetapi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan belum pernah merilis bahayanya penggunaan BBM premium dan mengapa pemerintah selama ini menjual premium. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login