IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pertagas Sanggup Jadi Agregator Gas

Pertagas Sanggup Jadi Agregator Gas

Written By Indopetro portal on Monday, 29 February 2016 | 10:25

indoPetroNews.com - PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan kesanggupannya untuk menjadi agregator gas untuk mengiringi peningkatan konsumsi gas terkait  program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan semakin luasnya pemakai gas di industri, rumah tangga, dan transportasi.

“Kami siap menjadi badan penyangga atau agregator gas. Ini demi mendukung pengembangan industri nasional,” ujar Vice President of Bussiness Development of Pertagas Indra Setyawati kepada indoPetroNews.com di Jakarta.

Hal terpenting ialah distribusi yang terkait dengan infrastruktur jaringan pipa. Pembuatan pipa dedicated oleh tiap pengguna justru tidak efisien. Untuk itu, Pertagas telah membangun 2.000 kilometer pipa open access atau setara 99% jaringan pipa Pertagas.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Energi UGM Deendarlianto menyebut tugas badan penyangga gas ialah melakukan agregasi dan penjaminan pasokan, harga, infrastruktur, dan sistem tata kelola gas.

Deendarlianto menjelaskan hasil studi Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) yang dilakukan pada 2015 menyebutkan terdapat tiga alternatif bentuk badan penyangga, yaitu Badan Penyangga Nasional untuk Supply and Demand, Badan Penyangga Kewilayahan, Badan Penyangga Supply Nasional dan Badan Penyangga Demand Nasional (terpisah).




Peran badan penyangga memang sangat diperlukan. Hal itu antara lain karena di satu sisi kebutuhan gas untuk sektor listrik dan industri selama 2015-2025 akan terus meningkat, namun pada sisi berbeda tidak diimbangi kenaikan suplai gas.




Seperti diberitakan sebelumnya, Naryanto Wagimin, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM menyatakan bahwa Kementerian BUMN memang pernah menyinggung soal rencana pembentukan holding BUMN khususnya di sektor migas. "Tapi sekarang tidak pernah dibahas lagi," katanya kepada indoPetroNews.com beberapa waktu di Jakarta.



Selain holding, lanjut Naryanto, juga muncul opsi pembentukan komite bersama (joint committee) sebagai payung sinergi untuk mengatasi tumpang tindih pembangunan pipa dan penyaluran gas antara Pertagas dan PGN. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login