IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pertamaina Menjawab Tantangan Go Global dalam Eksplorasi Minyak

Pertamaina Menjawab Tantangan Go Global dalam Eksplorasi Minyak

Written By kusairi kusairi on Monday, 1 February 2016 | 21:18

indoPetroNews.com - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Gerindra, Harry Poernomo, meminta penurunan harga minyak saat ini harus dijadikan momentum bagi Pertamina untuk go global mencari sumber minyak di luar negeri.

“Sumber minyak dan gas di dalam negeri diperuntukan bagi generasi mendatang. Kita tidak perlu lagi hidup dari warisan karunia alam, kita hidup dengan daya saing. Karena itu, Pertamina perlu didukung pemerintah baik secara politis maupun insentif untuk akuisisi lapangan di luar negeri," kata Harry kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (1/2).

Wianda Puponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengatakan Pertamina telah memiliki sejumlah ladang migas di luar negeri yang berada di Aljazair, Malaysia, dan Irak. Aset perusahaan di Irak adalah TSC West Qurna dengan hak partisipasi 10% bekerja sama dengan Exxon, Petrochina, Shell, dan South Oil Co. “Produksi minyak saat ini di blok tersebut 450 ribu barel per hari dan akan mencapai puncak pada 2022 sebesar 1,6 juta barel,” katanya.

Sementara di Malaysia, menurut Wianda, perseroan memiliki enam kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC), yaitu di offshore Sabah dan Sarawak dengan operator Murphy dan Shell. Perseroan juga memiliki 11 lapangan migas, empat struktur dalam pengembangan, 14 struktur temuan dan 16 prospek eksplorasi. Hak partisipasi Pertamina di ladang migas Malaysia terdiri atas 24% untuk Blok K dan Blok H, 18% di Blok P, dan 25,5% untuk Blok SK 309, SK311, dan SK314A.

“Di ladang migas Aljazair, kami tahun ini mendapat izin dari Alnaft (badan regulasi minyak dan gas bumi Aljazair) untuk memproduksi migas dari lading MLN (Menzel Lejmat North) melalui PT Pertamina Algeria sebesar 54.300 BOEPD, naik 39,2% dibandingkan produksi tahun lalu 39 ribu BOEPD,” ujarnya.

Menurut Komaidi Notonegoro, Deputi Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, peningkatan produksi dari lapangan migas Pertamina di luar negeri akan memberi dampak positif. Pertama, menambah produksi dan lifting nasional jika minyak tersebut di bawa pulang ke Indonesia. Kedua, bertambahnya penerimaan negara dan arus kas Pertamina jika minyak tersebut tidak dibawa pulang ke Tanah Air.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login