IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Ribuan Buruh Migas Terancam PHK Akibat Rontoknya Harga Minyak Global

Ribuan Buruh Migas Terancam PHK Akibat Rontoknya Harga Minyak Global

Written By Indopetro portal on Wednesday, 10 February 2016 | 16:33

indoPetroNews.com-Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menyebut anjloknya harga minyak dunia saat ini hingga ke kisaran US$ 30/barel yang merupakan level terendahnya sejak tahun 2004, akan membuat perusahaan-perusahaan minyak di dunia mengalami kerugian dan terancam melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di sektor migas.

Menurut Presiden KSBSI Mudhofir Khamid, anjloknya harga minyak dunia diperkirakan disebabkan oleh beberapa hal antara lain karena kebijakan ekonomi Amerika yang menjaga harga minyak rendah akibat dari politik luar negeri Amerika di Timur Tengah yang menyebabkan produksi minyak yang berlebihan.

Hal lain adalah akibat perlambatan perekonomian di China yang membuat minyak semakin over suplai dan harga minyak semakin tertekan mengingat negara tersebut merupakan salah satu konsumen minyak terbesar dunia," ungkap Mudhofir kepada indopetronews.com pada Rabu (10/2/2016).

Lebih lanjut, Mudhofir mengemukakan meskipun saat ini Indonesia tidak lagi menggantungkan pendapatan pada sektor minyak dan gas (migas) sebagai pendapatan utama, akan tetapi anjloknya harga minyak dunia tersebut akan berpengaruh pada industri migas nasional.

Menurut hasil survei yang terbitkan oleh DNV GL, salah satu perusahaan konsultan migas, mengatakan bahwa turunnya harga minyak dunia secara drastis membuat pendapatan dari perusahaan minyak turun drastis, yang menyebabkan perusahaan minyak akan mengambil kebijakan pemangkasan biaya produksi yang berdampak pada timbulnya PHK, pemangkasan biaya investasi dan pemangkasan biaya distribusi.

Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya memperkirakan ada sekitar 300 ribu buruh yang bekerja pada industri migas di Indonesia yang terbagi dalam tiga kelompok berdasarkan hubungan kerjanya yaitu pegawai tetap, pegawai kontrak dan pegawai pada perusahaan subkontraktor, yang terancam mengalami PHK akibat merosotnya harga minyak dunia.

"Tiga kelompok itu akan terancam mengalami PHK besar-besaran akibat merosotnya harga minyak dunia," tuturnya.

Selain itu, sambung dia, dalam laporan terbaru ILO berjudul "World Employment And Social Outlook Report For 2016", disebutkan bahwa pada tahun 2016 diperkirakan angka pengangguran global akan bertambah 2,3 juta orang dan pada tahun 2017 jumlah pengangguran akan bertambah 1,1 juta. Dengan demikian, total pengangguran secara global pada tahun 2017 mendatang, jika ditambah dengan data pengangguran saat ini, diperkirakan akan mencapai lebih dari 200 juta orang. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login