IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Rizal Ramli: Blok Masela Lebih Murah di Darat

Rizal Ramli: Blok Masela Lebih Murah di Darat

Written By Indopetro portal on Wednesday, 24 February 2016 | 16:47

indoPetroNews.com-Dana pembangunan kilang darat (onshore) untuk blok Masela sekitar US$16 miliar. Sedangkan jika dibangun kilang apung di laut (ofshore), biayanya mencapai US$22 miliar. Jadi, kilang di darat US$6 miliar lebih murah dibandingkan dengan kilang di laut.

Oleh sebab itu, menurut Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, pemerintah akan mengembangkan lapangan abadi blok Masela dengan skenario pembangunan kilang LNG di darat (on shore).

“Keputusan itu diambil setelah dilakukan pembahasan secara menyeluruh dan hati-hati, dengan memperhatikan masukan dari banyak pihak. Pertimbangannya, pemerintah sangat memperhatikan multiplier effects serta percepatan pembangunan ekonomi Maluku khususnya, dan Indonesia Timur pada umumnya,” ujar Rizal Ramli, kepada indoPetroNews.com Rabu (24/2/2016).

Dalam berbagai kesempatan Presiden Joko Widodo selalu memberi arahan, bahwa Presiden ingin melaksanakan konstitusi dengan konsekuen. Terkait pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, Presiden Jokowi juga berkali-kali menegaskan, pemanfaatan ladang gas abadi Masela tidak sekadar sebagai penghasil devisa, tetapi juga harus menjadi motor percepatan pembangunan ekonomi Maluku dan Indonesia Timur.

Berdasarkan kajian Kemenko Maritim dan Sumber Daya, biaya pembangunan kilang darat (onshore) sekitar US$16 miliar. Sedangkan jika dibangun kilang apung di laut (ofshore), biayanya mencapai US$22 miliar. Dengan demikian, kilang di darat US$6 miliar lebih murah dibandingkan dengan kilang di laut.

Angka ini sangat berbeda dengan perkiraan biaya dari Inpex dan Shell. Mereka menyatakan, pembangunan kilang ofshore hanya US$14,8 miliar. Sedangkan pembangunan kilang di darat, mencapai US$19,3 miliar.

“Inpex dan Shell telah membesar-besarkan biaya pembangunan kilang di darat. Sebaliknya, mereka justru mengecilkan biaya pembangunan di laut. Untuk memastikan kebenarannya, kita tantang mereka. Jika ternyata biaya pembangunan di laut membengkak melebihi $14,8 milyar, maka Inpex dan Shell harus bertanggungjawab membiayai kebihannya, tidak boleh lagi dibebankan kepada cost recovery. Faktanya Inpex tidak berani. Ini menunjukkan mereka sendiri tidak yakin dengan perkiraan biaya yang mereka buat,” papar Rizal Ramli. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login