IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Senjakala Bisnis Migas di Inggris?

Senjakala Bisnis Migas di Inggris?

Written By Indopetro portal on Thursday, 25 February 2016 | 11:12

indoPetroNews.com-Industri minyak dan gas (migas) yang padat modal, menunjukkan tanda-tanda keredupannya. Fenomena ini menjadi gejala global.  Inggris, misalnya. Usaha migasnya mulai menghadapi ancaman gulung tikar. Pasalnya, kerugian mendalam menimpa perusahaan migasnya.

Laporan dari Oil & Gas UK memprediksi, 43% lapangan minyak milik Inggris di wilayah North Sea akan merugi tahun ini, bila harga minyak masih terus berada di kisaran US$ 30/barel.

Sementara asosiasi trader minyak mengekspektasi, investasi untuk proyek baru di sektor perminyakan akan turun di bawah 1 miliar poundsterling (US$ 1,4 miliar) di 2016. Padahal biasanya, investasi proyek baru mencapai 8 miliar poundsterling (US$ 11,3 miliar).

"Kami adalah industri yang berada di ujung jurang," kata CEO Oil & Gas UK, Deirdre Michie, dalam pernyataannya seperti dikutip dari CNN, Kamis (25/2/2016). Saat ini harga minyak mentah berada di kisaran US$ 33/barel. Harga itu turun sekitar 70% sejak musim panas 2014 lalu.

Industri migas saat ini sedang dihadapkan masalah melimpahnya pasokan minyak dan permintaan minyak turun.(Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login