IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Skema Cost Recovery Dinilai Rugikan Kepentingan Rakyat

Skema Cost Recovery Dinilai Rugikan Kepentingan Rakyat

Written By Indopetro portal on Thursday, 25 February 2016 | 19:52

indoPetroNews.com-Kritikan tajam terhadap kebijakan cost recovery kembali mencuat. Salamuddin Daeng, peneliti dari Pusat Kajian Ekonomi dan Politik Universitas Bung Karno menilai, jumlah cost recovery yang dibayarkan negara pada 2015 mencapai Rp 13,5 miliar USD.  

"Jika dikalikan dengan kurs rata rata yang berlaku di Indonesia maka nilainya mencapai Rp. 182.25 triliun rupiah. Cost recovery adalah biaya yang harus ditanggung oleh negara untuk membiayai seluruh biaya operasional semua perusahaan migas dalam menggali minyak bumi di Indonesia. Dengan skema cost recovery sesungguhnya perusahaan migas tidak menanggung sepeser-pun biaya dalam mengeruk minyak di negeri ini," kata Salamuddin dalam keterangan tertulisnya yang diterima indoPetroNews.com Kamis (25/2/2016)

Nilai tersebut, lanjut Salamuddin, sangatlah besar dibandingkan dengan nilai produksi yang dihasilkan oleh seluruh perusahaan minyak itu sendiri.

Sebagaimana diketahui  seluruh perusahaan minyak yang beroperasi di Indonesia hanya menghasilkan 820 ribu barel sehari atau 295,2 juta barel setahun. "Jika dikalikan dengan rata rata harga minyak senilai US $ 30 /barel, maka nilai produksi minyak Indonesia adalah senilai USD 8,85 miliar dolar atau Rp. 119,5 triliun," ungkap Salamuddin.

Itu berarti, imbuh Salamuddin, pemerintahan Jokowi menggunakan uang dari pajak rakyat untuk mensubsidi perusahaan minyak senilai Rp. 62,5 trilun. "Ini jelas merupakan tindakan yang sangat menyakitkan hati rakyat, karena subsidi yang harusnya diterima oleh rakyat justru dialokasikan untuk mensubsidi perusahaan perusahaan minyak yang mau ambruk," tegas Salamuddin.


Menurutnhya, perusahaan-perusahaan yang disubsidi oleh pemerintahan Jokowi ini adalah perusahaan asing. Sebagaimana diketahui bahwa asing menguasai 85% penguasaan hulu minyak dan gas nasional yang dibuktikan oleh nilai produksi mereka. Sementara Pertamina sebagai perpanjangan tangan Negara hanya menguasai sekitar 15 % sisanya.(Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login