IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Ancaman PHK Dinilai Karyawan Inpex dan Shell Hanya Manuver

Ancaman PHK Dinilai Karyawan Inpex dan Shell Hanya Manuver

Written By Indopetro portal on Monday, 21 March 2016 | 08:10

indoPetroNews.com-Upaya merumahkan karyawan Inpex Masela Ltd dan Shell Upstream Overseas Services Ltd, operator proyek gas Blok Masela di Maluku karena ditundanya keputusan rencana pengembangan (plan of development/PoD) dianggap hanya manuver dan dagelan semata yang tidak lucu. Apa sebabnya?

“Coba dibuka ke publik, saat ini berapa total jumlah karyawan tetap Inpex dan Shell yang khusus bekerja untuk rencana pengembangan Blok Masela? Saya yakin tidak banyak, tidak mungkin lebih dari 200 orang, karena proyeknya saja belum berjalan,” tegas Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resouces Indonesia (CERI) kepada indoPetroNews.com Senin pagi (21/3/2016) di Jakarta.

Yusri Usman mengutarakan bahwa masalah perampingan karyawan ditengah melorotnya harga minyak mentah dunia bukan sesuatu yang baru. “Sudah banyak pelaku industri minyak dan gas melakukan PHK. Contohnya, Chevron Indonesia diawal tahun 2016 malah merencanakan PHK mencapai 1700 orang dengan pertimbangan harga minyak sudah dibawah USD 30 / bbls yang sudah tentu harus mengurangi belanja modal ( Capex ) dan melakukan efisiensi biaya operasi (Opex) agar bisa tetap berjalan operasinya,” papar Yusri.

Contoh lainnya, imbuh Yusri, revisi POD proyek IDD Chevron Kaltim yang sudah diusulkan sejak tahun 2013 sampai saat ini juga belum ada persetujuannya dari Menteri ESDM. “Hampir semua Industri penunjang minyak dan gas di Indonesia sudah melakukan PHK besar-besar pada pertengahan 2015. Lalu, dimana kepedulian para pejabat Kementerian ESDM,” gugat konsultan beberapa perusahaan minyak dan gas ini.

Yusri menjelaskan bahwa pengerjaan proyek blok minyak dan gas bisa sangat membutuhkan banyak karyawan ketika proyek tersebut memasuki masa konstruksi. “Itu pun lebih banyak menggunakan tenaga karyawan subkontraktornya, bukan perusahaan minyak dan gas itu sendiri. Faktanya dengan kondisi harga minyak dunia saat ini dibawah USD 40 / bbls hanya orang gila yang berani memutuskan investasi yang tidak feasibel dengan nilai miliaran dollar,” tandas Yusri.

Mantan pebisnis di bidang minyak dan gas bumi ini menyatakan, “Bila sedikit mau jujur dan menggunakan akal sehat, saat ini membeli minyak mentah dan gas serta produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jauh lebih menguntungkan daripada mengelola sumber daya alam. Karena itu tidak heran bila SKKMigas sudah nombok sekitar Rp 14 triliun pada anggaran tahun 2015,” papar Yusri.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Jumat (18/3/2016) konsorsium Masela (Inpex & Shell) menegaskan komitmennya untuk terus menggarap proyek gas abadi di Blok Masela. Demikian ditegaskan oleh Usman Slamet, Senior Communication Manager Inpex Corporation.

"Inpex dan Shell tetap berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan lapangan gas Abadi," kata Usman. Pihaknya juga akan selalu melakukan penyesuaian ketenagakerjaan sesuai dengan kebutuhan proyek.

"Begitu pemerintah telah memberikan persetujuan terhadap revisi POD-1, yang tentunya sesuai dengan harapan kami, Inpex dan Shell akan segera melakukan perkerjaan tahap selajutnya, yaitu masuk ke tahap FEED (Front End Engineering Design )," tandas Usman. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login