IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Kegaduhan Blok Masela Mestinya tak Terjadi

Kegaduhan Blok Masela Mestinya tak Terjadi

Written By Indopetro portal on Thursday, 17 March 2016 | 16:17

indoPetroNews.com-Maraknya perdebatan hingga timbulnya pro dan kontra soal skema pengelolaan gas Blok Masela yang paling menguntungkan bagi bangsa dan negara dapat dilakukan dengan satu metode. Apa dan bagaimana metodenya?

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebaiknya menggunakan kewenangannya memutuskan bahwa Inpex untuk segera melakukan tender FEED yang transparan dan bebas dari konflik kepentingan dengan ketentuan melakukan studi FEED skema darat Onshore dan FEED skema laut Offshore," kata Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) kepada indoPetroNews.com Kamis (17/3/2016) di Jakarta.

Selain itu, kata Yusri, harus dikerjakan oleh konsorsium Perusahaan Nasional Engineering yang berbeda. "Kemudian hasilnya menjadi acuan untuk Final Investment Decision (FID). Seandainya di ranah publik masih muncul kontroversi dan pro kontra, pemerintah tidak perlu sibuk lagi menjawabnya. Karena akan dijawab oleh Perusahaan Engineering yang telah melakukan FEED," tandas Yusri.

Bahkan kalau masih ingin lebih aman lagi karena takut biaya EPCI membengkak dari nilai POD, imbuh konsultan dari beberapa perusahaan migas ini, ada solusinya, yaitu dengan membuat kontrak FEED+EPCI menjadi satu paket dengan sistem lumsump seperti yang dilakukan oleh Shell di Proyek Prelude Australia, sehingga Shell merasa tidak ada biaya yang membengkak dari nilai POD sebab kontraknya dengan SAMSUNG sistem lumsump. "Kalau langkah tersebut dijalankan oleh SKK Migas tentu tidak perlu Inpex Masela melakukan PHK terhadap Tenaga Ahli Nasional dan staff pendukung untuk kegiatan terkait. Malah harus mencari tenaga tambahan lagi disebabkan banyak Tenaga Ahli Nasional terkait bidang ini yang sudah pindah ke Malaysia," tegas Yusri.

Jadi, ungkap Yusri, keputusan Presiden Jokowi sangat benar terkait rekomendasi POD yang belum lengkap sehingga harus dikembalikan untuk dilengkapi dengan feasibility study, AMDAL dan hasil FEED harus dilengkapi di dalam POD.

Suatu hal harus diingat, kata Yusri, apabila Feasibility study, AMDAL dilaksanakan dengan benar, demikian juga FEED yang menjadi dasar perhitungan keekonomian proyek dilaksanakan dengan benar, pasti tidak akan muncul kegaduhan yang tidak produktif ini.

Oleh karena itu, Yusri berharap sejatinyaKepala SKK Migas Amien Sunaryadi tidak perlu cepat-cepat mengeluarkan pernyataan terkait informasi yang datangnya dari Inpex dan Shell ke ruang publik. "Lebih baik dibahas saja dengan Kementerian ESDM dan Menko Kemaritiman dalam ruang tertutup sesuai tupoksinya untuk mendapat solusi yang baik dan sejuk," tutur Yusri.

Yusri juga berharap pengelolaan gas Blok Masela tidak hanya untuk LNG saja tetapi juga dapat memberikan nilai tambah untuk industri pupuk dan Petrokimia.

Sebagai catatan, saat ini terdapat beberapa proyek FLNG di belahan dunia ditunda pengembangannya karena faktor keekonomian dan rendahnya harga crude oil.

Beberapa proyek LNG yang ditunda, diantaranya: FLNG 2 Petronas; Exeller energy - puerto rico. Pre salt - Brazil; Scarborough - Australia; Browse - Australia; Pacific Rubiales - Columbia; Bonaparte - Australia; dan terakhir Proyek FLNG Norway. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login