IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Menpar Arief Yahya: Ini Belum Apa-Apa!

Menpar Arief Yahya: Ini Belum Apa-Apa!

Written By Indopetro portal on Wednesday, 16 March 2016 | 08:43

indoPetroNews.com– Menpar Arief Yahya agak canggung, ketika banyak ucapan selamat yang dialamatkan ke dirinya, setelah beruntun meraih sukses. Dari Pesona Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016, dilanjutkan dengan heboh jawara ITB Berlin, 9-13 Maret 2016 sebagai The Best Exhibitor kategori Asia, Australia, Oceania, lalu dilanjutkan dengan prestasi di Matta Fair Kuala Lumpur dan Hongkong. Ratusan pesan di Whatsapp dan BB nya pun silih berganti, sampai mirip orang autis yang jempolnya tidak berhenti mengutak-atik layar HP-nya.

“Jujur, prestasi ini belum apa-apa. Masih banyak rencana besar yang belum bisa saya sampaikan ke ruang public. Nanti saja, bisa menjadi surprise, setelah matang dan siap running,” aku Menpar Arief Yahya, begitu mendarat di Soekarno Hatta, pukul 11.00 WIB, 15 Maret 2016.

Turun dari pesawat Garuda Indonesia dari Berlin via Amsterdam, Menpar Arief Yahya memang tidak pulang ke rumah menikmati masa-masa jet lag. Mantan Dirut PT Telkom ini langsung menuju Gedung Sapta Pesona, Merdeka Barat, Jakarta untuk Rapim –Rapat Pimpinan--, pukul 14.00 WIB. Lalu dilanjutkan dengan rapat dengan tim Lombok Halal Destination, sampai pukul 19.00 WIB. Dilanjutkan lagi rapat dengan para Eselon I di ruang kerjanya sampai tengah malam.

Tidak ada istilah jet lag, alias gangguan sementara akibat kelelahan, insomnia ataupun gejala shock karena perjalanan udara yang melintasi zona waktu. Wajahnya memang terlihat sayu, suaranya juga terkesan lelah, tetapi materi rapatnya tetap berat dan membuat keputusan-keputusan yang tidak sepele. “Tidak ada waktu lagi? Harus dikebut untuk percepatan 10 Bali Baru,” ungkap Maeketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Selama di ITB Berlin, Arief Yahya juga selalu di booth Wonderful Indonesia, lantai II, dari satu meeting ke meeting berikutnya. Sampai-sampai Sekjen UN-WTO (United Nation World Tourism Organization), Badan PBB yang mengurusi pariwisata dunia, Taleb Rifai pun terpesona dengan gaya leadership Arief Yahya. Terutama, keputusan yang cepat, dan tidak banyak basa-basi. “Senang berbicara dengan orang bisnis seperti Mr Arief, keputusan cepat dan matang,” ucap Taleb Rifai yang menghasilkan tiga kesepakatan dalam 45 menit itu.

Selebihnya, Arief Yahya berkeliling booth ke seluruh peserta ITB Berlin, bursa pariwisata terbesar di dunia yang sudah berusia 50 tahun itu. Maldive yang bakal dijadikan benchmark Belitung, menjadi salah satu perhatiannya. Costa Rica, sang juara umum dari zona Amerika Latin juga tidak luput dari perhatiannya, meskipun kalau berjalan kaki ringan dari hall 26 tempat Phinisi Wonderful Indonesia berada, minimal 30 menit tanpa berhenti.

“Truly Asia” Malaysia, “Amazing” Thailand, dan “Your” Singapore yang berada di hall yang sama, tentu menjadi focus pertama yang dicermati. Beberapa catatan kecil di kepala Arief Yahya, untuk perbaikan booth tahun depan, yang harus dipikirkan sejak sekarang. Korea yang sarat teknologi, China yang penuh atraksi dan Jepang yang bersaing di zona Pacific juga dia pelajari poin of view yang ada di balik desain megah mereka.

“Terima kasih kawan-kawan, kalian hebat di GMT, menjadi trending topic dunia dengan destinasi waktu. Kalian juga hebat di ITB Berlin, dengan transaksi potensial yang naik pesat, dari Rp 4,3T menjadi Rp 6,5T, sementara targetnya Rp 5T. Performance Wonderful Indonesia juga diapresiasi sebagai the best exhibitor. Juga diikuti penghargaan di Malaysia, Hongkong dan Los Angelos,” ucap Arief Yahya di hadapan Rapim dengan para deputinya.

Catatan sukses lagi adalah Perpres KEK Pariwisata Tanjung Kelayang yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo, sebagai KEK pertama di masa kabinet kerja. Perpres soal Bebas VISA Kunjungan terbaru juga sudah diteken. “Tetapi masih belum apa-apa capaian ini, masih ada sesuatu yang baru, yang akan membuat pariwisata melompat lebih jauh,” kata Arief Yahya.

Apa itu? “Saya ingin Digital Marketing kita menjadi yang terbaik di dunia. Saya sudah menemukan konsepnya, mudah-mudahan April sudah bisa menemukan bentuknya, baru kita launching,” bocoran dia.

Apakah itu terkait kerjasama dengan mesin pencari (search engine) Google dan Baidu Browser khusus China? Atau terkait kerjasama dengan Trip Advisor, yang menjadi acuan bagi travelers dunia? “Hmm… Kalau itu sudah running, yang kami rancang ini lebih dahsyat dari itu. Sudah masuk ke selling,” jawabnya.

Untuk menembus 20 juta wisman di 2019, kata dia, tidak bisa dengan cara-cara biasa. Tidak cukup dengan modal marketing dan pengembangan destinasi yang linear. Membutuhkan sesuatu yang baru, yang belum dimiliki oleh manapun. “Yakni digital marketing, membuat platform market place baru, yang bisa diakses darimana saja, dan kapan saja,” ucap peraih Men’s Obsession 2015 dan 2016 ini.

Era digital itu, kata dia, tidak bisa dilawan. Sebuah keniscayaan, yang cepat atau lambat akan terjadi. Karena itu, cara yang paling cerdas adalah menjemput masa depan dengan digital marketing. Dia pernah diprotes oleh asosiasi travel operator dan traver agent konvensional, karena melempar ide ini. “Tetapi sekali lagi, teknologi tidak bisa dilawan, kreativitas tidak bisa dibendung, digital tidak bisa ditunda. Dalam persaingan ke depan, yang cepat dan sigap akan mengalahkan yang besar dan lambat,” kata dia.

Lalu bagaimana bentuk market place itu? Kemenpar akan membuat semacam mall, atau pasar, atau lapak paket-paket wisata ke Indonesia. Sebut saja itu market place, di mana isinya adalah industri yang bergerak di inbound, untuk memasarkan paket wisata ke Indonesia. Industri akan bersaing membuat paket-paket yang menarik, sehingga ada ribuan paket tour ke berbagai destinasi di Indonesia, di dalam wadah itu.

Kemenpar akan mempromosikan market place itu ke semua channel, baik paid media, own media, social media maupun endorser media. Digencarkan ke mancanegara, dan nusantara. Orang dengan mudah akan bisa mengakses paket-paket itu melalui phone cell-nya. Ke mana saja, kapan saja, dengan banyak pilihan harga, pilihan services, sampai ke skema pembayaran. “Orang semakin mudah ke berbagai destinasi di Indonesia,” ujarnya.

Lalu? Bagaimana mekanismenya bagi industry? “Tunggu saja tanggal mainnya". Jelas dia. (*)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login