IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pasokan Minyak Melimpah, OPEC Pangkas Produksi

Pasokan Minyak Melimpah, OPEC Pangkas Produksi

Written By Indopetro portal on Thursday, 10 March 2016 | 16:16

indoPetroNews.com-Kelebihan pasokan kembali menjadi fokus pasar minyak pasca rilis laporan pekanan Energy Information Administration (EIA) tadi malam. Para investor pun terus memantau spekulasi dan proyeksi yang beredar terkait kemungkinan pemangkasan produksi minyak OPEC dan pertumbuhan permintaan global.

Harga acuan minyak Brent mentok pada kisaran 40-41 Dolar pada sesi Asia hari ini (10/3/2016), setelah sempat terpukul ke 39.65 Dolar pada Selasa malam dan menanjak naik lagi dalam sesi-sesi perdagangan berikutnya. Reli WTI juga terhenti di kisaran 38-39 Dolar AS per Barel.

EIA menyebutkan dalam Weekly Petroleum Status Report bahwa inventori minyak mentah Amerika Serikat naik 3.9 barel dalam sepekan yang berakhir tanggal 4 Maret, sehingga total inventori mencapai rekor tinggi 521.9 juta barel.

Peningkatan moderat tersebut telah diperkirakan oleh analis, dan cenderung ringan ketimbang kenaikan 10 juta barel di periode sebelumnya. Namun yang perlu dicatat disini adalah penurunan inventori gasolin sebesar 4.5 juta barel, selaras dengan tren musiman. Data tersebut mengindikasikan akan terus berkurangnya persediaan minyak mentah AS dalam pekan-pekan mendatang, dan dinilai bullish bagi komoditas tersebut.

Sementara itu, para investor juga mengamati sebuah laporan Reuters dimana Arab Saudi dikabarkan berusaha mendapatkan pinjaman sebesar 6-8 milyar Dolar guna menanggulangi defisit anggaran yang dideritanya. Laporan tersebut mengipasi spekulasi bahwa Arab Saudi bisa jadi akan berkompromi lebih lanjut dengan produsen-produsen minyak OPEC-Non OPEC lainnya untuk menstabilkan harga diatas 50 Dolar per barel.

Sebagaimana diketahui, saat ini negara-negara produsen minyak terkemuka, termasuk Arab Saudi, tengah mempertimbangkan pembekuan produksi minyak pada level bulan Januari.

Di sisi lain, Deutsche Bank mengatakan, "Pertumbuhan permintaan bahan bakar energi dari China bisa jadi menurun. Perlambatan tersebut, jika sungguh terjadi, maka akan berdampak signifikan pada harga minyak global karena China telah menyumbang 37.5% pertumbuhan minyak dunia.



Pertumbuhan permintaan minyak China, yang merupakan kontributor terbesar dalam pertumbuhan permintaan minyak dunia, bisa mulai melambat lebih cepat dibanding yang diperkirakan oleh beberapa proyeksi jangka panjang. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login