IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Polemik Blok Masela Dinilai tak Lepas dari Berbagai Kepentingan

Polemik Blok Masela Dinilai tak Lepas dari Berbagai Kepentingan

Written By Indopetro portal on Thursday, 3 March 2016 | 10:43

indoPetroNews.com-Polemik skema kilang di laut/terapung (floating liquefied natural gas/FLNG) maupun di darat (onshore liquefied natural gas/OLNG) untuk pembangunan Blok Masela tidak lepas dari adanya kepentingan. Apa kepentingannya?

“Kepentingan tertentu yang menginginkan di darat. Juga ada kepentingan yang menginginkan di laut,” kata Staf ahli Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Ronnie Higuchi Rusli, Kementerian Menko Maritim dan Sumberdaya kepada indoPetroNews.com Kamis (3/3/2016) di Jakarta.

Untuk itu, kata Ronnie, pihaknya untuk melihat persoalan ini secara proporsional. “Seberapa jauh pengalaman kita dalam hal OLNG. “Kita sudah punya pengalaman OLNG di darat,” papar Ronnie. Mulai dari Arun hingga Tangguh.

Namun bila dipertanyakan sampai sejauhmana tingkat kesejahteraan rakyat dengan adanya skema di darat, Ronnie justru mempertanyakan pula, “ Apalagi yang skema di laut. Kapalnya saja belum pernah yang ada melihat wujudnya seperti apa? Dan belum pernah ada beroperasi?”

Katakanlah disebutkan kapal  yang akan dipergunakan kapal buatan Belanda, Belanda sendiri, ungkap Rony justru tidak pernah menggunakan FLNG. “Padahal eksplorasinya semua di Laut Utara. Kok kita tiba-tiba mau pakai FLNG?,” gugat Ronnie.

Begitu Australia. Negeri kanguru tersebut juga belum menggunakan FLNG.  “Bila kita jadi menggunakan kapal di Masela maka kapal yang digunakan pun lebih besar dari yang digunakan Australia,” kata Rony. Yang lebih realistis, imbuh Rony, adalah skema OLNG. “Apalagi kita sudah ada pengalaman,” tandas Ronnie.

Berdasarkan studi Kementerian Koordinator Kemaritiman, biaya total kilang darat mencapai US$ 19,33 miliar untuk kapasitas kilang 2 x 3,75 juta ton per tahun. Perhitungan biaya terinci dalam komponen well head di dasar laut US$ 2,9 miliar,floating processing storage and offloading (FPSO) US$ 4,8 miliar, pemipaan ke darat US$ 1,2 miliar, dan proses OLNG menjadi gas cair di darat sebesar US$ 9,9 miliar. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login