IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Progress Pembangunan PLTP Lahendong Capai 54,63%

Progress Pembangunan PLTP Lahendong Capai 54,63%

Written By Indopetro portal on Wednesday, 9 March 2016 | 13:32

indoPetroNews.com -  PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan sumber energi terbarukan. Hal ini dibuktikan dengan progress pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dilakukan PGE di daerah Tompaso – Sulawesi Utara lebih cepat dari target yang ditentukan.

PGE Area Lahendong merupakan wilayah WKP milik PGE yang mengoperasikan pemanfaatan panas bumi pada Area Geothermal di daerah Lahendong-Tomohon. Setelah mengembangkan dan mengoperasikan PLTP Unit 1,2,3 dan 4 dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 20 MW yang dilakukan bertahap sejak 2001 hingga 2011, mulai 2015 lalu PGE Area Lahendong memulai pengerjaan pembangunan PLTP Unit 5 & 6 dengan kapasitas 2 X 20 MW.

“Lahendong 1-4 memasok sekitar 40% kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan kami komit untuk terus meningkatkan pasokan listrik panas bumi melalui proyek-proyek baru, yaitu Lahendong unit 5 dan 6. Hingga akhir Februari tingkat kemajuan proyek telah mencapai 54,63% atau lebih cepat sekitar 2-3 bulan dari rencana,” ungkap Dirut PGE Irfan Zainuddin, kepada media di Jakarta, Rabu (9/3).

Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng yang berkunjung ke lokasi proyek di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa yang berjarak sekitar 24 km dari Kota Tomohon itu mengatakan percepatan pembangunan PLTP di Sulut sangatlah penting untuk pemenuhan kebutuhan listrik Sulut dimana saat ini Sulut masih mengalami defisit suplai listrik. Penambahan suplai listrik sebesar 2 X 20 MW dari PLTP Unit 5 & 6 ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Sulut mengingat saat ini masih terdapat daerah-daerah di Sulut yang belum teraliri listrik.

PLTP Unit 5 & 6 merupakan Total Project dengan total investasi sebesar US$282,07 juta dimana sejak tahap eksploitasi panas bumi hingga pembangkitan listrik dilakukan oleh PGE. Listrik yang diproduksi akandisalurkan kepada PT PLN (Persero). Hal ini berbeda dengan PLTP Unit 1-4 dimana PGE hanya menyalurkan uap kepada PLN untuk kemudian membangkitkan listrik melalui PLTP milik PLN.

Irfan melanjutkan, PGE dapat melaksanakan pengerjaan proyek PLTP Unit 5 & 6 lebih cepat karena dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah beserta masyarakat sekitar. Dukungan tersebut di antaranya ditunjukkandengan cepatnya proses pekerjaan dari tahap perijinan, pembebasan lahan, serta proses pelelangan yang tepat waktu.

“Seluruh stakeholder terkait telah memahami kegiatan pengembangan panas bumi merupakan usaha pemenuhan listrik Sulut yang bertumpu pada energi terbarukan yang ramah lingkungan dan sejalan dengan Program Indonesia Terang yang baru-baru ini digalakkan oleh pemerintah c.q. Kementerian ESDM.”

Selain pencapaian diatas, PGE Area Lahendong juga berkomitmen terhadapkeselamatan kerja (safety). Komitmen ini ditunjukkan dengan tidak adanya kecelakaan kerja selama 2015. Total waktu jam kerja tanpa kecelakaan selama 2015 adalah 2,3 juta jam kerja.

“Hal-hal tersebut merupakan komitmen PGE untuk mensukseskan program kemandirian energi yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia,” tutup Irfan.

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login