IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » SKK Migas Sesalkan Pemerintah Lamban Ambil Keputusan Blok Masela

SKK Migas Sesalkan Pemerintah Lamban Ambil Keputusan Blok Masela

Written By Indopetro portal on Wednesday, 16 March 2016 | 22:41

indoPetroNews.com - Keputusan Pemerintah terhadap revisi Plan Of Development (POD) Blok Masela yang terkesan lamban, kini berbuntut panjang. Terbukti, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mendapat informasi dari Inpex Indonesia, bahwa Inpex Indonesia memutuskan melakukan downsizing (pengurangan pekerja) untuk pekerjanya di Indonesia.  
Downsizing tersebut direncanakan hingga 40% dari total personil di Indonesia,” ungkap Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi saat jumpa press di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu malam, (16/3/2016).
Menurutnya, hal itu dilakukan Inpex Indonesia karena sampai Kamis (10/3/2016) belum mendapat keputusan terhadap revisi POD Blok Masela yang sudah diajukannya sejak awal September 2015 lalu.
Selain itu, lanjutnya, SKK Migas mendapat laporan dari Shell Indonesia, bahwa pimpinan Shell telah meminta para insinyur Shell di Belanda, Kuala Lumpur dan Jakarta yang semula bekerja untuk proyek Masela, agar segera mencari pekerjaan baru di internal Shell Global.
“Inpex Indonesia sebenarnya masih sangat mengharapkan keputusan persetujuan revisi POD dapat segera diberikan. Akan tetapi, Inpek Indonesia juga menyatakan seandainya keputusan tersebut diberikan saat ini dan keputusan tersebut sesuai dengan rekomendasi SKK Migas dalam pengelolaan blok Masela, yaitu offshore (laut,red),” papar Amein.
Namun, lanjutnya, apabila harapannya tak terwujud maka jadwal Final Investment Decision (FID) proyek Blok Masela yang bernilai investasi lebih dari 14 miliar dollar AS itu akan mundur kurang lebih 2 tahun.
Dengan begitu, ungkap Amien, SKK Migas menyayangkan dalam situasi ekonomi Indonesia yang sedang menggalakan investasi, tapi saat ada invetasi besar yang sudah di depan mata harus mundur minimal 2 tahun.

“Kami juga menyayangkan karena dengan terpaksa rakyat Maluku akan tertunda menerima manfaat dari proyek Masela ini minimal 2 tahun,” terangnya. Ia menambahkan, SKK Migas juga mengkhawatirkan hal tersebut akan menimbulkan lay off (Pemutusan Hubungan Kerja/PHK) terhadap para pekerjanya.(ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login