IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Tiga Resort dan Hotel Bakal Perkuat Amenitas Bali

Tiga Resort dan Hotel Bakal Perkuat Amenitas Bali

Written By Indopetro portal on Monday, 21 March 2016 | 18:44

BALI – Tidak salah, jika Menpar Arief Yahya menyebut Bali adalah ikon pariwisata Indonesia. Sama dengan Thailand, yang menjadi ikon pariwisata ASEAN. Tiga group hotel dan resort berkelas internasional bakal menenamkan investiasinya ke Pulau Dewata Bali. Mereka itu, Mandarin Oriental, Jumeirah dan Indigo, yang muncul dalam riset JLL, perusahaan konsultan investasi property nomor wahid di Asia Pacific.

“Bali adalah magnitnya pariwisata Indonesia. Karena itu, Kemenpar mempromosikan Bali untuk menjadi hub, dan dari sana wisatawan akan terdistribusi ke Beyond Bali, ke timur menuju Lombok, Sumbawa, Flores sampai Labuan Bajo. Ke barat bisa sampai Pulau Menjangan dan Banyuwangi,” kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Kapasitas Bali, lanjut Arief Yahya, masih terbuka luas, terutama di kawasan timur, utara sampai ke Barat. Pamor Pulau Seribu Pura itu sudah meluas di seluruh penjuru dunia, karena keindahan budaya dan alamnya menyatu menjadi kekuatan atraksi Bali. “Ada convention center di Nusa Dua, dengan luasan 350 hektar, yang bisa dipakai untuk MICE –meetings, incentives, conferences dan exhibitions—dengan nyaman,” kata Arief Yahya.

Tiga unsur penting yang dibutuhkan dalam pengembangan destinasi pariwisata, menurut Menpar Arief, menggunakan rumus 3A. Yakni, Atraksi, Akses dan Amenitas. Hadirnya hotel berstandar global itu tentu akan memperkuat amenitas di Bali. Dalam website JLL, Mandarin Oriental berniat membuka 121 kamar hotel berkonsep resor yang mewah. Ada 97 vila dan 24 kamar di dalamnya. Masing-masing kamar dilengkapi dengan kolam renang pribadi sepanjang 10 meter hingga 15 meter.

Mandarin Oriental Hotel Group (MOHG), sebuah anggota Jardine Matheson Group, kelompok manajemen dan investasi akomodasi internasional yang mengembangkan hotel, resor dan perumahan mewah di Asia, Eropa dan Amerika.  Grup ini banyak diberi penghargaan atas mutu layanan dan manajemen yang sangat baik, dilengkapi dengan fasilitas spa dan restoran yang ditemukan dalam hotel dan resornya.

Saat ini, Mandarin Oriental Hotel Group mengoperasikan hotel-hotel di Hong Kong , Bangkok, Tokyo, Manila, Jakarta, Macau, Singapura, Kuala Lumpur, Chiang Mai, Sanya, London, Munich, Jenewa, Prague, Barcelona, New York, Las Vegas, San Francisco, Washington D.C., Miami, Boston, Riviera Maya dan Bermuda.

Jumeirah Bali pun tak mau kalah. Di kawasan Jimbaran, Jumeirah Group, jaringan hotel mewah dan bagian dari Dubai Holdings itu akan membangun 80 suite. Di dalamnya, ada 24 vila pribadi yang siap memanjakan istirahat tamu. Fasilitas akomodasinya juga mewah. Ada tiga restoran, spa Talisia dan pusat kebugaran yang ikut disiapkan.

Portofolio Jumeirah mencakup bangunan terkenal dunia, seperti Burj al Arab dan Jumeirah Emirates Towers, hotel tertinggi ke-3 di dunia. Perusahaan ini juga mengelola Wild Wadi Water Park dan menjalankan The Emirates Academy of Hospitaliy Management dan Jumeirah Hospitality, Kebanyakan hotel milik Jumeirah terletak di Dubai, mereka memperluas jaringan mereka hingga ke seluruh dunia.

Bulan Februari 2007, jaringannya telah mencakup 2 properti di Inggris dan 1 di lepas pantai. Perusahaan ini juga memiliki pembangunan hotel di Argentina, Bermuda, Britania Raya, Indonesia, Jerman, Jordania, Mallorca, Oman, Qatar, Thailand, dan Tiongkok, Skotlandia, Kepulauan Virgin Amerika Serikat.

Sementara Indigo Bali Seminyak berniat membangun 280 kamar. Fasilitasnya dilengkapi restoran, spa, dan pusat kebugaran. Bila seluruhnya terbangun, itu akan menggenapi 4.200 kamar yang beroperasi pada tahun yang sama. Angka ini sekaligus menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 12,2 persen.

Indigo ini adalah group dari InterContinental Hotels Group PLC, perusahaan manajemen-hotel yang berkantor pusat di Buckinghamshire, Britania Raya. Mereka mengelolah tujuh merk yaitu InterContinental Hotels & Resorts, Crowne Plaza Hotels & Resorts, Hotel Indigo, Holiday Inn Hotels, Holiday Inn Express, Staybridge Suites dan Candlewood Suites

Dari analisa JLL, kebijakan bebas visa tambahan untuk 169 negara yang sudah diteken Presiden Joko Widodo sejak 2 Maret 2016 bakal membawa dampak besar dalam pariwisata Bali. Begitu juga dengan anggaran pemasaran pariwisata yang terus naik signifikan. "Itu akan semakin mendorong kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara," tulis JLL.

Tingkat okupansi hotel di Bali saat ini berada pada level 64,2 persen. Dan tarif menginapnya rata-rata ada di kisaran 454 dollar AS. Kira-kira nominalnya setara dengan Rp 9,7 juta.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login