IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Banyak Cara untuk Efisienkan Kilang OLNG Masela

Banyak Cara untuk Efisienkan Kilang OLNG Masela

Written By Indopetro portal on Monday, 25 April 2016 | 08:41

JAKARTA-Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengupayakan terwujudnya ketahanan energi nasional, khususnya dalam pengoperasian gas Blok Masela. Apa saja caranya?

“Salah satu caranya, mengoptimalkan pemanfaatan sebahagian besar fasilitas Kilang Liquefied Natural Gas (LNG) Arun dan LNG Bontang yang masih sangat layak digunakan dengan metode rekondisi dan upgrade agar memperoleh jaminan pabrik,” kata Yusri Usman, Direktur Eksekutif Lembaga Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) kepada indoPetroNews.com Senin (25/4/2016) di Jakarta. Hal seperti ini sudah dilakukan dibanyak tempat dalam membangun kilang minyak dan Gas untuk meningkatkan keekonomian kilang yang efisien, khususnya untuk kilang onshore liquefied natural gas (OLNG) Masela.

Dalam pandangan Yusri Usman, menjadi pengetahuan umum bahwa usulan Plant of Development (POD) dalam proposal INPEX dan Shell untuk kilang floating liquefied natural gas (FLNG) atau OLNG Masela untuk membuat FPSO adalah seharga USD 4,8 miliar. “Kalau Floating Production Storage and Offloading (FPSO) tersebut dibuat dengan konsep leasing, sudah tentu akan memangkas banyak Capital Expenditure (CAPEX) sebesar USD 4, 8 miliar menjadi OPEX. Sedangkan biaya operasi atau OPEX di cost recovery basisnya pertahun. Dan tentu sangat bagus untuk ke-ekonomian proyek Masela,” papar dia.

Sedangkan masalah lahan di darat untuk lokasi kilang yang diduga telah dikuasai oleh spekulan tanah, yang juga dikhawatirkan bisa menjadi kendala serta menambah Capex, Yusri mengusulkan solusi dengan memanfaatkan potensi lahan yang sangat layak ditinjau dari aspek tehnis, ekonomis, sosial dan lingkungan hidup untuk lokasi kilang OLNG di Pulau Selaru yang berjarak sekitar 120 km dari Blok Masela.

“Lahan tersebut bekas lapangan terbang tentara Jepang yang saat ini di bawah kekuasan Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bila untuk kepentingan umum, lahan tersebut dapat digunakan sebagai penyertaan pemerintah dalam mengurangi Capex proyek dan meningkatkan Internal Rate of Return (IRR) kilang OLNG Masela,” usul Yusri. Sedangkan lahan untuk kepentingan TNI dapat dicarikan lokasi baru yang berdekatan agar pihak TNI juga bisa menjaga keberlangsungan industri migas yang vital ini.

Karena itu, Yusri menegaskan bahwa tugas dan tanggung jawab ini berada dalam Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. (SKKMigas). “Kedua institusi ini diharapkan untuk serius mengamankan pemasukan sebesar besarnya untuk negara dan menjaga ketahanan energi nasioanal dengan cara hasil produksi gas Masela harus diproritaskan setidak tidaknya 65% untuk kebutuhan dalam negeri, bahkan kalau bisa 100%,” tegas Yusri Usman. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login