IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Beli Wakatobi, Dapat Buton dan Sulawesi Tenggara

Beli Wakatobi, Dapat Buton dan Sulawesi Tenggara

Written By Indopetro portal on Monday, 4 April 2016 | 10:35

WAKATOBI – Bagi penghobi belanja atau shopaholic, mendengar istilah buy 1 get 1 free saja sudah menaikkan tensi. Bupati Wakatobi, Hugua, rupanya terinspirasi dari budaya shoping yang biasa mewabah di tanggal muda, seperti sekarang. Dia menawarkan konsep yang cerdas buat Badan Otorita Pariwisata (BOP) Wakatobi dengan menggabungkan semua potensi kawasan menjadi satu paket kekuatan yang bisa dijual bersama-sama. “Cukup beli Wakatobi, sudah dapat Buton dan seluruh Sultra!” ujar Hugua, Bupati Wakatobi, di Patuno Resort, Wakatobi.

Selama sembilan tahun terakhir, Hugua memang “gila-gilaan” mempromosikan Wakatobi –Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko—empat pulau terbesar dari 142 gugusan kepulauan di tenggara Pulau Celebes itu. Destinasinya tunggal, keindahan bawah laut, coral, turtle, fish. dolphins, shark dan semua yang berada di kedalaman. Memang, di atas permukaan, Wakatobi itu "garing" tidak banyak atraksi alam yang bisa ditawarkan buat wisatawab. Karena itu, turis yang masuk pun sangat tersegmentasi hanya pada wisata bahari bawah laut. Padahal jika dikoneksi ke seluruh kawasan terdekat, masih banyak atraksi yang membuat Wakatobi semakin komplit, semakin kaya dengan objek wisata yang lengkap.
Seperti kekuatan Hutan Lambusango di Kab Buton. Setiap tahun 500-600 peneliti sudah blusukan ke hutan suaka marga satwa yang masih asri. Mereka menginap di homestay. Mereka meneliti pohon-pohon raksasa, binatang dengan ribuan species, termasuk anoa, yang sejak dulu sudah menjadi objek penelitian Alfred Russel Wallacea. Tokoh yang telah mendeskripsikan batas-batas biologis kawasan zoogeografis yang dikenal sebagai Garis Wallace.

Hutan Lambusango sudah punya pamor di kalangan intelektual kampus di Inggris dan Eropa. Kab Buton dari Pulau Wangi Wangi hanya 45-60 menit dengan speed boat. Begitu pun dengan Baubau, yang juga berada di Pulau Buton, yang memiliki destinasi budaya, Kota Tua, punya benteng peninggalan Kasultanan Buton abad ke-16 yang masih utuh, di atas bukit, dan bisa leluasa mellihat teluk tempat lalulintas kapal.

Di Buton Tengah ada objek wisata goa-goa, sebutannya Kota 1000 Goa. Lalu Buton Utara ada Hutan Ereke. Kab Muna punya jati terbesar di dunia. Daratan Kendari punya pantai, mangrove, taman nasional Rawa Aopa, air terjun Anoa dan binatang endemic lainnya. “Kalau ini digabungkan ke dalam koordinasi Badan Otorita, maka kami berjualan lebih banyak, untuk single destination,” jelas Hugua yang cocok dengan konsep single destination, single management, ditambah lagi multi attractions.

BOP tidak lagi hanya menonjolkan satu daerah saja. Tidak hanya berjuang sendiri dengan pariwisata. Tetapi banyak kawan, banyak tempat wisata dan disupport oleh Kemenpar. “Ini adalah mimpi kami sejak lama. Kami dengan bergerak sendiri saja sudah menancapkan image besar Wakatobi. Apalagi didorong bersama-sama,” papar dia.

Wakatobi berdasarkan UU No 29/2003 bulan Desember 2003 ditetapkan sebagai kabupaten, terpisah dari Buton. Luas areanya, 1,4 juta hektar, dengan 97% laut dan hanya 3 persen luas daratannya. Dari 142 pulau, hanya 7 pulau yang berpenghuni, dengan total jumlah penduduk hanya 112.000. Tidak besar memang, tetapi kaya dengan biodiversity di bawah lautnya. “Surganya diving ya di tempat kami ini, Wakatobi,” jelas Hugua.

Hugua yang berlatar belakang NGO itu menjelaskan, Wakatobi adalah the heart of triangle, pusat dari segitiga the most diverse ecological complex on the world. Pertama, Wakatobi pusat beraneka ragam coral terbanyak di dunia, lalu Amazon, dan Congo Basin. “Kami punya keanekaragaman hayati di bawah laut terbesar di dunia, 750 macam species coral, 942 ikan, di kawasan 118.000 hektar. “Kaledupa punya atol (pulau karang) terpanjang tanpa putus, 48 kilometer. Terpanjang di dunia,” kata Hugua.

Bandingkan dengan species Carribian 50 species, lalu Red Sea (Laut Merah) 300 species. Wakatobi lebih dari 750 species, dari total 850 species coral di dunia. Sumbernya Operation Wallacea, bukan mengarang sendiri. “Wakatobi juga sudah ditetapkan sebagai cagar biosfer bumi melalui siding MAB ke 24 di UNESCO, Paris, Juli 2012 lalu. “Karena itu, sejak dulu kami sudah menetapkan, leading sectornya adalah ecotourism, berbasis marine and fisheries. Tagline kami: Underwater Paradise at The Center of Coral Triangle di tahun 2016 ini,” ungkap dia.

Menpar Arief Yahya benar-benar surprise dengan prestasi dan reputasi yang sudah dibangun Bupati Hugua di Wakatobi. Kabupaten dengan 118 ribu orang itu pertumbuhan ekonominya sangat bagus, 13,67 persen, dengan income per capita 5,6 juta. Penurunan angka pengangguran dari 10,6 persen menjadi 5,28 persen. Begitupun penurunan angka kemiskinan juga signifikan, dari 24,56 persen menjadi 17,58 persen. “Pariwisata membuktikan, bisa dijadikan leading sector,” ujar Menpar Arief Yahya.

Seperti Singapore, kata Arief Yahya, yang rela dan mulai menjual paket two countries, single destination. Mereka promosi Singapore-Batam-Bintan. Man made, belanja, atmosfer kemajuan teknologi mereka dapatkan dari Singapore, sedangkan alam atau nature diperoleh di Batam-Bintan. Singapore tidak pernah rugi menjual Bintan dan Batam? Banyak pasar yang inginnya ke Batam Bintan, tetapi karena akses terbatas, dan problem administrasi, mereka memilih transit di Singapore.

Ingat juga, lanjut dia, wisman yang ke Indonesia itu motivasi utamanya menyaksikan culture 60 persen, nature atau alam 35 persen, sisanya 5 persen yang dibuat orang. "Karena itu Wakatobi bisa menjadi pendorong bagi kabupaten lain, dan kabupaten lain bisa mengisi kelemahan Wakatobi. Inilah yang sering saya sebut Cooperative Strategi, dalam 3C --competitive, comparative, cooperative-- itu," jelas Arief Yahya.

Arief juga ingin menunjukkan bahwa strategi menempatkan sector pariwisata menjadi ujung tombak membangun daerah itu tidak ada salah. Apalagi, daerahnya sudah memiliki destinasi yang terkenal di dunia. Itu akan mempermudah membangun kawasannya, menjadi lebih maju. “Saya sering menggunakan contoh Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Anas. Lihat sekarang bagaimana ekonomi di Banyuwangi mulai bergeliat. Pemicunya adalah pariwisata. Kalender of eventnya 53 macam kegiatan dalam setahun, dan sudah fix di awal tahun,” kata dia.

Karena itu, jika ingin maju sebuah kawasan, pilihlan haluan atau arah, atau yang biasa disebut oleh Menpar Arief Yahya sebagai portofolio bisnis ke pariwisata. Lebih sustainable, lebih ramah lingkungan, sadar budaya, dan berkonsentrasi untuk mengembangkan creative industry. “Tidak harus jauh-jauh, silakan belajar dari Banyuwangi dan Wakatobi, yang sudah bisa mendapatkan value dari pariwisata,” terangnya.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login