IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Dirut Pertamina Bicara Blak-blakan Soal Transformasi ISC Pasca Petral

Dirut Pertamina Bicara Blak-blakan Soal Transformasi ISC Pasca Petral

Written By Indopetro portal on Thursday, 7 April 2016 | 13:56

indoPetroNews.com-Arus keterbukaan memaksa semua pihak untuk melakukan perubahan dan transformasi. Perubahan ke arah yang lebih baik. Tidak terkecuali pada Integrated Supply Chain (ISC), salah satu organ le
dalam tubuh Pertamina yang perannya menggantikan Pertamina Trading (Petral).

"Transformasi ISC telah melahirkan tiga tahapan penting yaitu Fase 1.0 atau fase Quick Win, Fase 2.0 atau fase World Class ISC, dan Fase 3.0 di mana ISC akan menjadi Talent Engine. Dari Fase 1.0, ISC telah terbukti memberikan kontribusi nyata bagi kinerja Pertamina secara keseluruhan dengan dihasilkannya efisiensi sebesar US$208,1 juta sepanjang tahun lalu," kata Dwi Soetjipto, Direktur Utama (Dirut) Pertamina kepada indoPetroNews.com di Jakarta.

Untuk Fase 2.0, tambah Dwi, terdapat enam inisiatif yang dikembangkan, yaitu pemilihan minyak mentah berdasarkan nilai keekonomian, penambahan list minyak mentah yang dapat diolah di kilang Pertamina, dan pembenahan kebijakan pengadaan, peningkatan volume minyak mentah domestik, optimasi pengolahan, serta penyederhanaan syarat & ketentuan (GT&C)  pengadaan sesuai dengan standar internasional.

“Dari insiatif-insiatif yang mulai dilakukan ISC tahun ini, Pertamina berpotensi dapat menciptakan nilai tambah dan efisiensi sebesar US$651 juta hingga 2017. Ini tentu sangat menggembirakan apabila ruang-ruang pembenahan dapat dioptimalkan sehingga mendatangkan benefit bagi Pertamina dan juga Indonesia,” kata Dwi.

Sementara itu, terkait dengan proses likuidasi Petral Group yang terdiri dari Zambesi, Petral, dan PES, Dwi Soetjipto mengungkapkan pada Februari 2016 telah dilakukan formal likuidasi. Proses tersebut lebih cepat dibandingkan dengan target sebelumnya, yaitu Juni 2016.

“Setelah proses tax clearance dari tax authority Hong Kong, Zambesi dan Petral akan dissolved dan proyeksi kami hal tersebut dapat tuntas pada pertengahan tahun ini.  Untuk PES sendiri di bawah kontrol likuidator akan terlebih dahulu menuntaskan masalah utang piutang dan akan menyusul dissolved,” tandas Dwi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login