IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Harga Minyak Mentah Hari Ini Kembali Anjlok

Harga Minyak Mentah Hari Ini Kembali Anjlok

Written By Indopetro portal on Tuesday, 5 April 2016 | 13:04

indoPetroNews.com-Harga minyak dunia turun lebih dari 2%, dengan minyak brent menyentuh posisi terendah dalam satu bulan, karena investor meragukan bahwa negara-negara penghasil minyak akan membekukan produksi untuk mengendalikan kelebihan pasokan di seluruh dunia.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/4/2016), harha minyak brent turun 98 sen atau 2,5% menjadi USD37,69 per barel, menyentuh posisi terendah pada 4 Maret di posisi USD37,60. Hal ini turun 11% dari posisi tinggi selama 2016 di level USD42,54.

Sementara, harga minyak mentah AS juga turun USD1,09 atau hampir 3% nenjadi USD35,70 per barel, setelah sempat rebound karena berita tentang pemadaman pada pipa Keystone yang merupakan salah satu jaringan minyak ke hub penyimpanan di Cushing, Oklahoma.

Minyak mentah berjangka AS hanya mendapat dukungan singkat dari pemadaman pada pipa yang membantu memberikan minyak ke hub penyimpanan AS. Trader khawatir bahwa stok minyak mentah AS mungkin mencapai rekor tertinggi untuk pekan kedelapan berturut-turut. Harga minyak tetap naik sekitar 40% dari posisi terendah dalam 12 tahun pada pertengahan Februari.

Minyak mentah AS telah anjlok 15% dari posiai puncak 2016 di level USD 41,90 yang terjadi pada 22 Maret. Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen minyak utama lainnya akan bertemu di Doha, Qatar dalam dua pekan untuk membahas rencana pembekuan produksi.

Harapan untuk pertemuan para produsen minyak utama pada 17 April di Doha guna menyepakati pembatasan produksi pada tingkat Januari 2016, telah membantu harga minyak terangkat kembali di atas 40 dolar AS per barel pada awal Maret.
Namun, kepercayaan kesepakatan telah berkurang dan terpukul lagi pada Jumat lalu, ketika Wakil Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman, mengatakan kepada Bloomberg bahwa Arab Saudi hanya akan membatasi produksi jika langkah itu diikuti Iran dan produsen utama lainnya.
Mohammad bin Salman pada Jumat mengisyaratkan keengganan untuk membekukan produksinya kecuali negara-negara lain melakukan hal yang sama. “Jika semua negara setuju untuk membekukan produksi, maka kami siap," kata Salman. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login