IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Harga Minyak Mentah Hari Ini Pudar

Harga Minyak Mentah Hari Ini Pudar

Written By Indopetro portal on Monday, 4 April 2016 | 09:13

indoPetroNews.com-Harga minyak kembali memudar pada perdagangan di Senin pekan lalu seiring belum sepakatnya negara-negara produsen minyak di Timur Tengah untuk mengurangi produksi minyaknya, sementara produksi di Amerika Serikat tetap tinggi dan menyebabkan utang dan risiko kebangkrutan meningkat.

Untuk perdagangan bulan depan West Texas Intermediate (WTI) CLc1 diperdagangkan pada 36,23 dollar AS per barel, turun sekitar setengah dollar dari perdagangan sebelumnya. International Brent futures LCOc1 turun 45 sen ke level 38,22 dollar AS per barel.

Penurunan harga minyak mencapai 4 persen di Jumat (1/4/2016) lalu ketika Arab Saudi mengatakan mereka akan berpartisipasi untuk melakukan penahanan produksi global hanya jika Iran sebagai rivalnya juga melakukan hal yang sama.

Akibatnya, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan naiknya produksi global yang telah menurunkan harga minyak hingga 70 persen sejak 2014. Produksi minyak AS juga tetap tinggi, walaupun sudah ada penahanan pengeboran minyak seiring meningkatnya risiko kebangkrutan perusahaan minyak. "Di AS, rig yang menargetkan produksi minyak sudah turun 10 perusahaan dari sebelumnya 362 perusahaan yang aktif pekan lalu," kata ANZ bank.

Menteri Energi Qatar, Mohammed Saleh Al-Sada, menyampaikan bahwa selusin negara telah secara resmi mengkonfirmasi akan hadir pada rapat 17 April 2016 antara negara produsen minyak OPEC dan Non-OPEC untuk mendiskusikan pembatasan output dan langkah-langkah lain guna menyangga kelesuan harga minyak. Mengingat OPEC saja beranggota 13 negara, maka jelas bahwa pertemuan itu tidak dihadiri oleh beberapa negara produsen minyak terkemuka.

Terkait dengan perkembangan-perkembangan terbaru, 31 ekonom dan analis minyak yang disurvei Reuters meningkatkan forecast harga rata-rata mereka untuk tahun 2016. Harga rata-rata minyak mentah berjangka AS diperkirakan akan naik ke $39.70 per barel, lebih tinggi dari rerata $33.50 yang telah dihuni sejak Januari hingga kini. Sedangkan harga minyak Brent diprediksi akan mencapai rerata $40.60 per barel, naik dari $35.

Namun demikian, mereka memperingatkan bahwa investor merisaukan tiga faktor yang berpotensi membebani harga minyak: oversupply minyak global, melemahnya permintaan, dan perlambatan outlook ekonomi. Para pelaku pasar kini tengah mengamati sederetan data ekonomi yang akan dirilis antara nanti malam hingga Sabtu dini hari, termasuk PMI Manufaktur China dan Eropa serta Nonfarm Payroll AS, untuk menemukan pivot harga selanjutnya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login