IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Inpex Memundurkan Operasi Masela, Indonesia Justru Lebih Untung

Inpex Memundurkan Operasi Masela, Indonesia Justru Lebih Untung

Written By Indopetro portal on Friday, 1 April 2016 | 16:50

indoPetroNews.com-Desas-desus Inpex akan menunda pengembangan Blok Masela setelah Presiden Jokowi memutuskan skema on shore dinilai menguntungkan pihak Indonesia. Apa saja nilai keuntungannya?

"Baguslah kalau hal itu yang akan dilakukan oleh Inpex. Bagi Indonesia malah bisa untung karena disaat harga gas murah akan lebih baik kalau kita belum melakukan investasi untk memproduksinya," kata Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) kepada indoPetroNews.com Jumat sore (1/4/2016) di Jakarta.

Menurut alumnus geologi UGM Yogyakarta ini,
bila harga gas murah dan investasi kilang LNG mahal tentu bisa menggerus penerimaan negara hanya untuk menutup investasinya.

"Lebih baik kita beli saja gas yang lagi murah harganya di pasaran dunia. Jadi biarkan cadangan gas di Blok Masela yang sudah terbukti. Nanti diproduksi saat diperkirakan harga gas sudah mahal dan diprioritaskan
memenuhi kebutuhan gas masa depan kita," tandas Yusri.

Lebih jauh Yusri menjelaskan keuntungan yang bakal diperoleh pemerintah Indonesia jika Inpex memundurkan rencana Investasinya.

"Bahwa PSC INPEX akan berakhir tahun 2028 dan dapat diperpanjang sekali selama 20 tahun sampai dengan tahun 2048," ungkap mantan anggota HIPMI.

Menurut ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004, lanjut Yusri, disebutkan permohonan perpanjangan PSC dapat diajukan 10 tahun atau paling lambat 2 tahun sebelum PSC berakhir asalkan INPEX mempunyai HOA (Head of Agreement) dengan pembeli gas.

Yusri juga memaparkan membangun proyek Masela perlu waktu 6 - 8 tahun dihitung sejak dimulai FEED sampai EPCI dan produksi pertama LNG secara komersial.

"Semua biaya FS dan pre FEED untuk persetujuan POD 2,5 mpta pada 2010 dan biaya studi yang sudah dikeluarkan oleh Inpex untuk usulan FLNG. Termasuk biaya konsultan PT Tridaya Advisory tidak bisa dimasukan dalam "sunk cost " yang dapat dibayarkan dengan mekanisme cost recovery," papar konsultan beberapa perusahaan migas ini.

Karena itu, kata Yusri, semakin lambat INPEX mencapai produksi komersialnya / "First LNG delivery" maka akan semakin singkat masa operasi LNG oleh INPEX. Karena PSC nya bisa diperpanjang hanya sampai tahun 2048.

"Kesimpulannya semakin ditunda INPEX akan semakin merugi. Sebab setelah 2048, pemerintah Indonesia dapat menyerahkan operasi Blok Masela untuk dilanjutkan oleh Pertamina," tegas Yusri, sembari mencotohkan
Blok Mahakam sesuai Permen ESDM Nomor 15 Tahun 2015.

Padahal Block Masela, kata Yusri, masih memiliki prospek Gas Reserve P2 dan P3 yang jauh lebih besar daripada P1 yang hanya sebesar 10,7 TCF. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login