IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Menpar Arief Yahya Desak Percepatan KEK Mandalika

Menpar Arief Yahya Desak Percepatan KEK Mandalika

Written By Indopetro portal on Wednesday, 6 April 2016 | 17:21

LOMBOK – Menpar Arief Yahya mendesak pengelola KEK Pariwisata Mandalika untuk jumping dalam percepatan pembangunan kawasan. Harus segera actions fisik, mencari terobosan dan tidak boleh menunggu terlalu lama. Kawasan yang didesain untuk amenitas pariwisata itu sudah dibebaskan sejak 1987, jangan sampai kehilangan trust karena tidak ada progress yang signifikan. “Paling tidak, apa yang sudah bisa didahulukan, ya dibangun dulu, lebih cepat,” ungkap Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Mengapa Arief Yahya “ngebet” untuk segera ngebut? Arabian Travel Mart (ATM) Dubai 2016, sudah akan digelar bulan ini, 24-28 April 2016 di Dubai International Convention and Exhibition Center, Uni Arab Emirate (UAE). Wonderful Indonesia bakal tampil di pasar turisme terbesar di Jazirah Arab selama 21 tahun ini. Lombok dengan KEK Mandalika diproyeksikan sebagai destinasi halal, dengan pasar utama negara-negara Arab. “Pasar Halal Tourism itu besar, bahkan lebih besar dari outbond-nya Tiongkok yang 100 juta orang itu,” ungkap Menpar.

Selain itu, hampir semua pejabat tertinggi di negeri ini pernah meninjau KEK Pariwisata Mandalika di Lombok Tengah. Dari Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Menpar Arief Yahya, dan ribuan orang media di Hari Pers Nasional (HPN) Februari 2016 lalu. Mandalika juga sudah dipublikasikan ke mana-mana. “Harapan public sudah sangat tinggi terhadap Mandalika, karena itu harus ada acations,” sebut Menpar.

Lalu apa yang terjadi? Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi, Hiramsyah Sambudhy Thaib sudah berkoordinasi langsung dengan Direktur Utama ITDC Mandalika Lombok, Abdulbar M Mansoer. “Kami sudah berdiskusi dengan ITDC Mandalika, pengelola KEK Pariwisata Mandalika. Progress sampai saat ini sudah kelihatan. Total 66 Ha (dari total target konservatif tahun ini 90 Ha termasuk infrastruktur) yang akan terkontrak menuju LUDA (Land Utilization & Develompent Agreement),” jelas Hiramsyah.

Dari 66 Ha tersebut, ada 16 Ha untuk Clubmed Hotel, 5 Ha Pullman Hotel, 7 Ha Marriott (Bauer, USA), 9 Ha Intercontinental (JSB Group), 4 Ha Royal Tulip (Mr.Lee, Korea), dan 28 Ha Time-share Villa Resort (Mandiri Maju Bersama Group). Target revenue dari sewa lahan tahun pertama diperkirakan mencapai 22 Miliar, tahun 2016 ini. “Untuk Pullman, rencana penandatanganan Hotel Management Agreement (HMA) di Agustus 2016. Sehingga bulan Oktober 2016 pekerjaan fisik sudah bisa dimulai,” kata Hiram.

Selain itu, lanjut Hiram, Hotel Clubmed berencana penandatanganan Hotel Consultancy Service Agreement (HCSA) pada Juni 2016. Ini sudah terjadwal dan sudah memiliki planning untuk membangun setelah persyaratan administrative dipenuhi. “Selain itu, status tender konsultan Masterplan dan DED (Aecom) sedang berjalan dan selesai (terpilih) di Juni 2016,” ujarnya.

Konsultan itu, lanjut dia, akan melakukan comprehensive planning tdd : review Masterplan, Basic Design, dan DED untuk Quick Wins. Sambil paralel, berjalan juga  kajian konsultan, pekerjaan penyiapan lahan (land clearing) tanpa menunggu semuanya beres.

“ITDC juga sedang membangun kantor di dekat Bandara Lombok, lokasinya di Rumah Mutiara Indonesia (RMI) milik Pemerintah Provinsi NTB. Pak Edwin (Dir. Pengembangan) sudah mulai berkantor di sana. “struktur organisasi 2016 juga sudah mulai dirapikan, terdiri dari 4 orang direksi (CEO, CFO, COO, CDO) dan 4 Kepala Divisi (Project Director, Marketing & Invesment, Project Development, Masterplan, Research & MIS). “ITDC akan me-hire HR Consultant untuk melakukan pembenahan organisasi dan staff mapping,” ungkapnya.

Selasa lalu, 5 April, Guberbur NTB Muhammad Zainul Majdi sudah mengizinkan per April 2016, kantor marketing dan administrasi Mandalika di Rumah Mutiara Indonesia (RMI) yang lokasinya di depan Bandara Internasional Lombok. Saat ini lantai 1 dipakai Dinas Kelautan NTB sebagai tempat lelang mutiara. Lalu, penempatan Edwin Darmasetiawan sebagai Direktur Pengembangan di Lombok dalam rangka percepatan Mandalika.

“Gambar final masjid Mandalika juga sudah diselesaikan PT Bita Aegis selaku konsultan Masterplan Mandalika, yg menghibahkan rancangan masjid tanpa biaya ke ITDC. “Kini juga sedang finalisasi penataan pantai Kuta Mandalika, untuk beach walk, fasilitas retail kecil. Kami sepakat untuk ngebut dan kejar quick win,” ujar Hiram yang didampingi Direktur Utama ITDC Mandalika Lombok, Abdulbar M Mansoer.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login