IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pemerintah Perlu Segera Bangun Infrastruktur Pendukung Blok Masela

Pemerintah Perlu Segera Bangun Infrastruktur Pendukung Blok Masela

Written By Indopetro portal on Monday, 4 April 2016 | 08:16

indoPetroNews.com-Guna produksi Liquefied Natural Gas (LNG) dari Blok Masela bermanfaat bagi besarnya untuk kepentingan domestik maka pemerintahan Jokowi-JK harus segera membangun infrastruktur pendukung. Apa saja infrastruktur yang dibutuhkan?

“Mulai sekarang pemerintah harus segera merealisasikan untuk pembangunan jaringan gas kota untuk mengurangi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG), terminal penerimaan dan pengiriman serta pelabuhan LNG tersebut dan peta jalan penggunaan LNG oleh industri nasional,” kata Yusri Usman, Direktur Eksekutif Lembaga Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) kepada indoPetroNews.com Senin (4/4/2016) di Jakarta.

Industri nasional itu seperti untuk Pupuk, Petrokimia, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan LNG untuk tenaga penggerak kapal dan industri lainnya dengan skema pembiayaan yang dapat menjamin pembelian LNG oleh pengguna domestik.

Menurut Yusri, akan banyak industri turunan dari bahan gas dan industri penunjang lainnya akan tumbuh. “Terserapnya tenaga kerja dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sehingga efek ganda dari kilang LNG di darat,” papar Yusri. Disamping pertimbangan keekonomian, teknis dan sosial lingkungan serta keamanan.

Lebih jauh Yusri menyarankan agar kilang LNG memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi negara, ada beberapa opsi pemanfaatan. Misalnya, kata Yusri, opsi pemanfaatan sebagian fasilitas LNG Arun dan Bontang yang sudah tidak terpakai akibat tidak memadai pasokan gasnya, dan proses rekondisi dan optimalisasi bekas fasilitas LNG tersebut dengan jaminan pabrik.

“Atau penggunaan lahan bekas lapangan terbang Jepang yang saat ini dikuasai oleh Mabes TNI untuk lokasi kilang dan skema Floating Production Storage and Offloading (FPSO) dari Capex menjadi Opex dan mendudukkan posisi Kilang LNG masuk dalam wilayah hilir yang tidak dapat dicost recovery sesuai Undang Undang Migas Pasal 2 Ayat 10 dan Pasal 5 serta Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 tentang "cost recovery," yang telah diaplikasikan di proyek kilang LNG Donggi Senoro,” jelas Yusri sembari menambahkan bila scenario ini dilakukan maka dijamim 1000% IRR (Internal Rate of Return) Onshore Liquefied Natural Gas (OLNG) Masela akan tinggi hingga 17%. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login